Rabu, 06 Mei 2020

Indonesia Menjadi Negara Produsen Kelapa Terbesar di Dunia



Kini permintaan bibit kelapa kopyor melonjak. Banyak petani yang memilih membudidayakan salah satu jenis kelapa ini karena alasan ekonomi. Kelapa kopyor memiliki nilai jual yang cukup tinggi jika dibanding jenis lainnya. Di pasar lokal, buah kelapa kopyor jadi primadona yang tak henti-hentinya diburu oleh konsumen. Nah, berbicara mengenai kelapa (secara umum), ternyata pada tahun 2017, Indonesia masuk sebagai  salah satu produsen buah kelapa terbesar di dunia.

Siapa yang tak kenal tanaman kelapa? Tanaman multifungsi yang punya banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Tanaman satu ini bahkan bisa disebut pohon kehidupan karena dari akar, batang, buah, hingga daunnya bisa dimanfaatkan. Selain itu, pembudidayaannya yang cukup mudah menjadikan tanaman khas daerah katulistiwa ini sebagai pohon yang kerap dikembangkan.

Konon, sejak zaman pra sejarah, kelapa telah dimanfaatkan manusia. Hingga saat ini, belum ditemukan daerah pasti yang menjadi asal tanaman satu ini. Meski demikian, beberapa pendapat menunjukkan bahwa tanaman kelapa berasal dari daratan Amerika Selatan. Ada pula yang berpendapat kelapa ditemukan pertama kali di New Zealand. Konon, di negara tersebut ditemukan fosil pohon kelapa yang berasal dari zaman Pleosin. Namun, ada pendapat lain yang mencatat bahwa kelapa itu berasal dari kawasan Asia Selatan yang kemudian menyebar ke daerah lain. 

Tanaman kelapa biasa tumbuh di wilayah beriklim tropis. Negara yang dilintasi garis katulistiwa adalah tempat paling ideal bagi kelapa untuk tumbuh dengan baik.  Di Indonesia, tanaman kelapa dapat ditemukan di semua provinsi. Tak hanya di pesisir pantai, tetapi bisa juga ditemukan di daerah pegunungan atau dataran yang agak tinggi.

Dalam artikel ini, kita akan melihat lima negara yang menjadi produsen terbesar buah kelapa di dunia:

Indonesia

Menurut katadata.co.id, pada tahun 2016, produksi buah kelapa di Indonesia mencapai angka 18,3 juta ton. Itu adalah pencapaian yang tinggi dan membuat Indonesia mendapat predikat sebagai negara penghasil kelapa tertinggi di dunia. Mesk begitu, menurut katadata.co.id produksi kelapa di Indonesia belum dimaksimalkan. Sebab, dalam industri kelapa, Indonesia masih belum banyak melakukan pengembangan.

Dalam sejarahnya, tanaman kelapa sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di Indonesia. Hingga sampai pada abad ke-19, produk dari kelapa, yaitu minyak kelapa mulai jadi komoditas perdagangan yang dikirim dari Asia ke Eropa. Perdagangan antarbenua ini tercatat dimulai sejak berdirinya VOC di Indonesia.

Nah, dikarenakan perdagangan kelapa yang meningkat seiring waktu, maka para pemodal asing mulai tertarik menginvestasikan banyak hal untuk membudidayakan tanaman satu ini. Jadi, tak jarang, pada masa itu banyak ditemukan perkebunan kelapa di Indonesia.

Tarikh 1886, perkebunan kelapa di Indonesia dibuat oleh Belanda. Kebun itu bertempat di pulau Tallise dan Kikabohutan. Namun, ternyata, jauh sebelum Belanda membuat kebun kelapa di Indonesia, kebun-kebun kelapa rakyat telah lebih dulu ada dan diusahakan.

Pada tahun 1880, kopra rakyat dari Minahasa sudah melakukan ekspor ke Eropa. Artinya, kopra rakyat lebih penting dari kopra yang dibikin oleh pemerintah kolonial waktu itu. Bersama kelapa, Indonesia pernah mengalami kejayaan. Sebelum deklarasi kemerdekaan Indonesia dan sebelum Perang Dunia II meletus, tepatnya pada tahun 1939, ekspor kopra dari Indonesia menduduki urutan keempat sesudah minyak bumi, gula, dan karet.

Filipina

Filipina adalah salah satu anggota ASEAN seperti Indonesia. Negara kepulauan ini memiliki jumlah produksi kelapa yang bisa dibilang sangat besar. Filipina bisa menghasilkan sejumlah 15,4 juta ton kelapa per tahun. Dalam perhitungan para ahli, produksi kelapa negara kepulauan di Asia Tenggara ini meningkat tiap tahunnya. Pulau Luzon, Visayas Timur dan Mindanao Selatan adalah area penghasil kelapa di negara Filipina.

Filipin pernah masuk sebagai negara pemroduksi kelapa terbesar di dunia sebelum akhirnya digeser oleh Indonesia. Untuk hasil panen kelapa ini, sebagian dari produksinya diekspor di sejumlah negara di dunia, dan sebagian digunakan di dalam negeri.

India

India memproduksi 11,9 juta ton kelapa per tahun. Angka ini berada di atas Brazil. Bagi masyarakat pedesaan di India, kelapa menjadi komoditas yang sangat penting. Daerah yang menghasilkan kelapa dalam jumlah besar ada di bagian selatan India.

Brasil

Produksi kelapa negara satu ini mencapai 2,9 juta ton per tahun. Iklim tropis di Brasil menjadi salah satu faktor yang menyebabkan produktivitas kelapa di negara ini tinggi.

Sri Lanka

Kemudian, Sri Lanka menjadi negara di bagian Asia Selatan yang masuk dalam produsen kelapa terbesar. Tingkat produksi yang dicapai negara ini adalah 2,5 juta ton per tahun. Jumlah ini adalah peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

Layaknya negara produsen kelapa terbesar di dunia lainnya, iklim yang ada di Sri Lanka sangat mendukung untuk produksi buah kelapa. Selain itu, kondisi geografis yang menjadi salah satu faktor pendukung lainnya.

Peluang Usaha Kelapa


Melihat fakta tersebut, sudah sangat pantas kita bilang bahwa budidaya kelapa memiliki potensi yang sangat tinggi. Produktifitas kelapa banyak dipengaruhi oleh iklim tanah dan kondisi alam tempat budidaya. Maka dari itu, Indonesia bisa dibilang menjadi tempat yang paling ideal untuk membudidayakan pohon satu ini.

Jika Anda tertarik memulai budidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit yang unggul akan menghasilkan tanaman yang kelak menjadi unggul pula. Apabila Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851 

Jumat, 01 Mei 2020

Mengatasi Penyakit Tanaman Kelapa Kopyor



Seperti hama, penyakit adalah ancaman bagi tiap tanaman budidaya. Tak hanya bisa merusak tanaman atau membuat pertumbuhan bibit kelapa kopyor terancam, penyakit bahkan bisa membuat tanaman mati. Oleh sebab itu, pengendalian penyakit sangat diperlukan. Pembudidaya kelapa harus telaten. 

Pengendalian penyakit memilik arti bahwa petani harus bisa menekan penyakit yang memiliki kemungkinan merusak tanaman. Namun, tak hanya mengatasi, petani bijak lebih gemar melakukan pencegahan penyakit. Pencegahan atau usaha preventif adalah langkah untuk menekan angka kerugian yang ditimbulkan oleh serangan penyakit.

Sebab, bagaimanapun, tanaman yang rusak hanya akan meniptakan kerugian bagi pembudidaya. Jadi, populasi penyakit pada tanaman harus ditekan sebisa mungkin. Jangan sampai karena penyakit, usaha budidaya menjadi kacau, rusak, dan malah menimbulkan kerugian besar.

Sebelum melakukan pengendalian penyakit, pembudidaya sebaiknya mengenali dan mengetahui gejala-gejala penyakit pada tanaman sedini mungkin. Dengan begitu biaya untuk mengatasinya bisa ditekan seminim mungkin. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati?

Usaha pencegahan atau upaya preventif perlu dilakukan. Pembudidaya bisa memulainya dengan merawat tanaman dengan baik agar tetap sehat. Dengan meningkatkan usaha preventif tersebut, risiko terserang hama dan penyakit bisa ditekan dan produksi yang dihasilkan bisa lebih memuaskan. Hal ini adalah wujud dari ketelatenan dan kekonsistenan dalam merawat tanaman.

Maka dari itu, sangat penting bagi pembudidaya untuk mengenal dan mengetahui cara serta teknik penanganan maupun pencegahan penyakit yang bisa menyerang kelapa kopyor.

Dalam artikel kali ini, kami akan membagikan beberapa penyakit—beserta gejalanya—yang biasa atau umum menyerang tanaman kelapa kopyor.

Penyakit Pucuk Busuk

Serangan penyakit satu ini membuat daun muda menjadi pucat. Lalu, berangsur-angsur tapi pasti layu kemudian mati. Serangan yang berat menyebabkan tanaman kelapa kopyor menjadi layu dan mati. Dan serangan pada tanaman yang sudah tua berakibat pada menguningnya mahkota daun, 
bergugurannya daun, dan membuat buah muda lebih mudah rontok.

Pengendalian penyakit ini dilakukan dengan memotong jaringan yang terinfeksi. Lalu, bekas potongan itu diolesi dengan fungisida. Upaya itu dilakukan apabila serangan penyakit masih cukup ringan.

Selain dengan cara tersebut, Anda bisa juga melakukan pengendalian dengan menyemprot tanaman dengan fungisida.

Penyakit Bercak pada Daun

Cendawan bernama Pestalozzia palmarum adalah penyebab penyakin bercak daun. Seranga penyakit ini mengakibatkan anak-anak daun atau daun muda menjadi berbintik-bintik atau kadang berbercak warna cokelat. Daun yang telah terserang biasanya tampak seperti terbakar. Umumnya, serangan dari penyakit ini adalah dapmpak sekunder pascaserangan hama Aspidiotus.

Pengendalian penyakit satu ini dapat dilakukan dengan cara mekanik maupun kimia. Cara mekanik adalah dengan memotong daun yang sudah terserang kemudian membakarnya. Sedangkan dalam cara kimia, Anda perlu menyemprotkan fungisida Daconil 75 WP dengan dosis 3 g per liter. Anda juga dapat menyemprotkan bubur bordo.

Penyakit Busuk Akar

Ganoderma lucidium adalah cendawan yang menimbulkan penyakit busuk akar. Jika tanaman kelapa sudah terserang penyakit ini, maka akar-akarnya akan sangat rapuh. Serangan penyakit yang telah parah bisa menyebabkan kerusakan pada pangkal batang. Hal ini berimbas pada terganggunya pengangkutan air dan bahan-bahan organik dari akar menuju batang bagian atas. Jika hal tersebut berlangung terus menerus dan tak segera ditangani, tak ayal bila tanaman akan segera mati.

Pengendalian penyakit ini bisa dengan melakukan perbaikan pada drainase dan aerasi tanah. Selain itu, bisa juga dilakukan pengendalian secara mekanis, yaitu dengan membongkar dan membakar tanaman yang sudah terserang. Hal itu bisa mencegah penularan penyakit ke tanaman yang masih sehat.

Penyakit Rontok Buah

Cendawan Phytopthora palmivora menyebabkan penyakit rontok buah. Serangan dari penyakit ini mengakibatkan buah-buah pada tanaman rontok. Hal ini terjadi karena ternyata terdapat bagian yang membusuk di pangkal buah. Namun, rontok buah tak hanya disebabkan oleh Phytopthora palmivora, tetapi juga bisa disebabkan oleh serangan cendawan Thielaviopsis paradoxa.

Untuk pengendalian penyakit rontok buah, petani dapat melakukan pemupukan secara teratur guna menjaga kesehatan tanaman kelapa. Pemberian air yang cukup saat musim kemarau juga dapat mengurangi serangan dari penyakit tersebut.

Penyakit Layu Natuna

Serangan penyakit satu ini menyebabkan seluruh bagian mahkota daun menjadi layu. Selain itu, pelepah daun menjadi bergelantungan, buah-buah gugur, dan jika sudah parah, tanaman kelapa bisa mati.

Penanganan penyakit ini bisa dilakukan dengan memperbaiki saluran irigasi atau drainase. Selain itu, pengolahan tanah secara sempurna, dan memilih bibit kelapa kopyor yang unggul dapat meminimalisir serangan penyakit satu ini. Selain itu, jika penyakit sudah terserang sangat parah, Anda bisa mengatasinya dengan membongkar tanaman dan membakarnya di tempat yang jauh dari area penanaman.

Penyakit Kuning

Sejenis Mycoplasma dianggap sebagai penyebab penyakit kuning pada tanaman. Gangguan penyakit kuning pada tanaman kelapa kopyor ini berakibat pada menguningnya daun. Daun yang menguning ini dimulai dari daun bagian bawah menuju ke bagian atas.  Jika kerusakan sudah memasuki tahap yang parah, maka seluruh rebung kelapa akan mati, kemudian daun-daun kelapa yang tersisa juga terancam ikut mati.

Untuk pengendalian penyakit ini, petani dapat mengupayakan cara sanitasi yang baik dengan menanam varietas bibit yang memiliki daya tahan terhadap penyakit. Ada pun faktor yang bisa memicu munculnya penyakit satu ini pada tanaman kelapa antara lain, yaitu: kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya, aerasi tanah yang jelek, genangan air pada musim hujan, atau kondisi tanah yang terlalu kering dan gerasang ketika musim kemarau datang.

Selain itu, kebersihan kebun yang buruk dan metabolisme tanaman yang buruk karena gangguan yang terjadi pada akar. Jika Anda jarang membersihkan kebun, gulma yang mengganggu bisa menimbulkan penyakit kuning.

Jual Bibit Kelapa Kopyor Unggul

 

Jika Anda bibit kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit kelapa kopyor unggul juga sangat mempengaruhi ketahanan tanaman. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851 


Ciri Bibit Kelapa Kopyor Unggul



Kita semua tahu bahwa bibit kelapa merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi kualitas tumbuh kembangnya kelapa. Jika kita menggunakan bibit kelapa kopyor berkualitas, niscaya hasil yang akan kita tuai pun akan berkualitas pula.

Jadi, penting bagi kita untuk mengetahui bibit kelapa kopyor mana yang berkualitas dan mana yang tidak. Jangan sampai salah memilih. Bibit kelapa kopyor yang buruk hanya akan merugikan petani. 
Sebab, benih buruk akan menurunkan sifat-sifatnya pada tanaman. Misalnya, tanaman menjadi lebih gampang terserang penyakit, hama, jamur, maupun memiliki kualitas dan kuantitas produksi yang tak terlalu baik. Maka dari itu, penting bagi kita untuk tahu dan paham ciri bibit kelapa kopyor unggul.
Dalam artikel kali ini, kita akan mengupas secara singkat bibit kelapa kopyor yang memiliki kualitas unggul.   

Bibit Bebas Hama

Bibit yang bebas hama adalah bibit yang baik. Bibit yang tak terserang hama ini baik digunakan karena memiliki kualitas yang terjaga. Sebab, hama seringkali merusak buah kelapa. Bakal bibit yang terserang hama biasanya tampak memiliki cacat fisik.

Serangan hama pada bibit bisa terjadi, misalnya ketika Anda melakukan penyemaian dengan sistem hamparan. Pada waktu itu, bibit dihamparkan di tempat teduh di tanah lapang. Alhasil, bibit pun tak bisa Anda kontrol terus menerus. Sehingga, hama seperti ayam bisa merusak calon bibit Anda tersebut. Calon bibit kelapa kopyor dirusak oleh ayam yang mencari makan di tempat penyemaian.

Tumbuh 2 – 3 Daun

Bibit yang baik digunakan adalah bibit yang telah tumbuh 2 – 3 daun. Daun ini akan bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman kelapa nantinya. Begitu pentingnya daun, ketika daun rusak atau terserang hama, bisa saja kelapa kopyor mati sebelum berbuah. Kematian tanaman dapat menimbulakan kerugian yang cukup besar bagi petani, apalagi jika hal itu terjadi dalam skala besar.

Bagaimanapun kesehatan daun harus diperhatikan oleh pembudidaya. Sebab, daun merupakan bagian vital tanaman. Jadi, ketika Anda memilih bibit di penjual bibit, sebisa mungkin salah satu hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu adalah kondisi daun. Apakah bibit sudah memiliki daun atau belum. Jika daun sudah tumbuh, perhatikan kondisi dan hitunglah jumlahnya. Apabila daun yang tumbuh baru satu buah, maka itu belum siap untuk jadi bibit.

Bibit Tampak Sehat

Ini adalah bagian yang penting. Bibit yang tak sehat tidak layak untuk jadi benih. Anda harus memeriksa bakal bibit Anda sebelum ditanam. Jangan sampai Anda menanam bibit penyakitan. Jangan sampai pula Anda menanam bibit yang terserang jamur atau memiliki cacat dan luka.  Bibit yang terluka lebih rentan terserang penyakit. Untuk melihat kondisi bibit memang dibutuhkan kejelian dan pengalaman panjang.

Anda dapat melihat daun yang tumbuh pada bibit kelapa kopyor. Apakah daun itu segar atau tidak. Apakah daun itu tampak layu atau tidak. Begitu pula Anda dapat melihat kondisi bibit dari bakal batang yang sudah muncul.

Usia Bibit

Usia buah menentukan kualitas bibit. Bibit yang baik tak dihasilkan dari kelapa yang masih muda. Buah kelapa yang akan dijadikan benih biasanya diambil dari hasil pemetikan umur 11 – 12 bulan. 

Buah kelapa yang tua memang paling cocok untuk pembenihan. Untuk mengidentifikasi apakah kelapa sudah tua atau belum sangatlah mudah. Biasanya, kelapa tua memiliki kulit yang sudah lebih kecoklatan. Selain itu, buah sudah sangat mudah lepas dari tangkainya, bahkan jika dibiarkan lebih lama, buah bisa saja jatuh dengan sendirinya.

Bibit Diambil dari Indukan yang Baik

Sifat tanaman selalu menurun dari induk ke anaknya. Jadi, bibit yang baik adalah bibit yang diambil dari tanaman yang baik pula. Kualitas pohon yang akan tumbuh ditentukan dari induknya. Apabila indukannya memiliki daun yang lebat, biasanya anakannya pun akan memiliki daun yang lebat. 
Begitupun ketika indukan adalah pohon kelapa kopyor yang produktif, anakannya pun akan tumbuh sebagai pohon yang memiliki banyak buah. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk tahu bagaimana kualitas indukan dari bibit kelapa kopyor yang akan ditanam.

Cara Mendapatkan Bibit Kelapa Kopyor yang Berkualitas


Ada dua cara untuk mendapatkan bibit kelapa kopyor berkualitas tinggi. Cara pertama adalah dengan membuat bibit sendiri. Dan cara yang kedua, yaitu dengan membeli bibit kelapa kopyor di pasar.

Dengan membuat bibit kelapa kopyor Anda sendiri, Anda dapat memantau kualitas bibit itu sejak dari indukan, proses pemanenan, penyemaian hingga penanaman. Jadi, kualitas pun bisa terjamin karena semuanya ada dalam pemantauan Anda.

Namun, cara ini bisa dibilang kurang efektif karena membutuhkan banyak waktu, tenaga, dan pengalaman. Jika Anda tidak benar-benar telaten dan berpengalaman dalam pembibitan, bisa saja bibit yang Anda buat gagal. Kegagalan pembibitan disebabkan oleh banyak faktor. Salah satunya, yaitu kesalahan dalam melakukan perawatan.

Nah, oleh karena itu, apabila Anda membutuhkan bibit kelapa kopyor dalam jumlah yang besar, Anda bisa memesannya di pembudidaya bibit kelapa kopyor yang sudah terpercaya. Kini, sudah banyak pembudidaya bibit kelapa kopyor yang bisa Anda temui secara daring maupun luring.
Salah satu pembudidaya kelapa kopyor yang sudah terjamin kualitas dan harganya adalah Vista Agro. 

Vista Agro siap membantu Anda mendapatkan bibit kelapa kopyor unggulan. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat Vista Agro di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Selain itu, Anda juga bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Lokasi Terbaik Membuka Kebun Kelapa



Dalam usaha pertanian dan budidaya, pemilihan lokasi memiliki pengaruh yang besar. Lokasi adalah tempat permanen bagi tumbuhnya tanaman. Lokasi menentukan jenis tanah, iklim, dan kondisi alam. Jadi, selain penggunaan bibit kelapa kopyor yang berkualitas, lokasi yang pas dan subur adalah salah satu faktor keberhasilan budidaya kelapa kopyor.  

Setiap lokasi memiliki ciri, karakteristik, dan jenis yang berbeda. Ada lokasi yang punya tanah yang keras, berbatu, ada pula yang gembur. Ada pula lokasi yang memiliki ketersediaan air cukup. Ada pun yang tidak. Jadi, sebagai petani, kita harus jeli melihat potensi yang dimiliki oleh lokasi tempat menanam. 

Lokasi Terbaik untuk Menanam Kelapa

Menurut banyak literatur yang kami dapatkan, keberhasilan budidaya kelapa kopyor banyak dipengaruhi oleh faktor iklim dan tanah. Faktor iklim mempengaruhi banyak menyangkut pertumbuhan kelapa kopyor. Dan tanah adalah bagian penting penentu keberhasilan budidaya.

Anda bisa sedikit senang karena kelapa termasuk tanaman yang tak membutuhkan perawatan yang terlalu rumit. Sebab, pada dasarnya, tanaman yang berasal dari daerah tropis ini memang gampang tumbuh dan berbuah. Di Indonesia, sudah banyak pembudidaya kelapa yang berhasil. Faktor iklim dan tanah di Nusantara sangat mendukung pertumbuhan kelapa.

Secara geografis, kelapa tumbuh dan berkembang dengan baik pada wilayah dengan batas geografis 18° Lintang Utara (LU) dan 18° Lintang Selatan (LS). Namun, daerah yang paling cocok untuk budidaya kelapa kopyor adalah pada wilayah antara 15° LU dan 15° LS. 

Menyiapkan Lahan Budidaya Kelapa

Lokasi untuk melakukan budidaya kelapa dapay berupa tanah pekarangan, tanah konversi, tanah asal hutan serta tanah bekas alang-alang. Namun, pada prinsipnya semua jenis lokasi itu memili dua jenis lahan, yaitu lahan baru dan lahan bukaan kembali.

Untuk melakukan pembuatan kebun kelapa, hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut:

1.       Sebagai petani, Anda harus dapat memperhatikan ketersediaan humus di lokasi tersebut. Persediaan humus sebisa mungkin harus diusahakan agar tak berkurang, apalagi menjadi hilang atau lenyap sama sekali. Humus sangatlah penting bagi tanaman. Hal ini karena humus menutrisi tanaman untuk tumbuh dan berbuah atau berproduksi normal.

Humus yang tersedia dengan baik akan membuat kebun Anda subur. Alhasil, tanaman kelapa Anda bisa tumbuh dan berproduksi optimal. Tentu saja hal ini akan membuat keuntungan Anda semakin besar sebab hasil panen akan makin banyak.

2.       Air sangat penting bagi tanaman. Tanpa air, tanaman bisa mati mengering. Oleh sebab itu, sebagi petani yang bijak, Anda harus bisa membuat drainase yang baik. Sebelum memutuskan untuk membuka lahan pertanian kelapa, Anda harus berfikir tentang bagaimana tanaman-tanaman kelapa Anda mendapatkan air dengan baik. Maka dari itu, membuat drainse sebaik-baiknya adalah hal yang harus dilakukan oleh petani.
 
Jangan biarkan tanaman Anda kekurangan air karena drainase yang buruk. Jangan pula biarkan tanaman Anda membusuk atau rusak karena tergenang air ketika musim hujan. Oleh karenannya, sangat penting bagi petani untuk memperhatikan kerja-kerja dan fungsi drainase agar berjalan optimal dan normal.
 
3.       Perhatikan kebersihan lahan! Anda harus melakukan pembersihan lahan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menanaminya kembali. Permukaan lahan dibersihkan hingga benar-benar bersih. Anda harus membuang sisa-sisa tunggul dan baian tanaman lain yang itu bisa berpotensi sebagai sarang rayap. Bagaimanapun rayap adalah salah satu hama yang bisa menyerang tanaman kelapa.

Tetapi, tak hanya rayap saja yang mengancam ketika Anda membiarkan kebun tak dibersihkan. Kebun yang kotor berpotensi menimbulkan penyakit, hama, dan hal negatif lainnya pada tanaman budidaya. Dengan kondisi kebun yang kotor, jamur bisa menyerang tanaman Anda lebih cepat. Hal ini tentu akan menimbulkan kerugian bagi petani. Sebab, bisa saja, dengan kondisi kebun yang kotor dan penuh hama penyakit, tanaman Anda menjadi mati dan tak bisa berbuah. Alhasil, bukan untung yang didapat, tetapi kerugian karena gagal panen.
 
4.       Rencanakan letak-letak bagian kebun. Perencanaan ini meliputi: jalan pengangkutan, akses, hingga jarak ke tempat pengolahan. Bagaimanapun, seorang pembudidaya dituntut oleh produktivitas yang tinggi, efisiensi, dan kerja cepat. Jangan sampai, setelah tanaman kelapa sudah tumbuh dewasa dan berbuah, Anda baru sadar bahwa kebun Anda tak punya akses jalan. Hal ini akan merepotkan Anda untuk mengangkut hasil panen. 



Memulai Bisnis Budidaya Kelapa Kopyor

Setelah itu semua selesai diterapkan, Anda sudah bisa memulai budidaya kelapa kopyor. Namun, masih banyak tahap lagi yang harus Anda lalui untuk menjadi pembudidaya yang baik dan berhasil.

Biasanya, pembudidaya yang berhasil adalah mereka yang gigih, infoatif, dan telaten dalam melakukan usaha-usaha perkebunan.

Anda tak bisa serampangan dalam melakukan budidaya kelapa kopyor. Sebab, meski kelapa adalah tanaman yang tak terlalu sulit dibudayakan, untuk hasil yang lebih optimal kelapa butuh perawatan yang telaten. Salah satunya adalah dengan selektif dalam memilih bibit kelapa kopyor mana yang akan digunakan sebagai benih.

Oleh karena itu, jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Sebab, bibit yang unggul akan menghasilkan tanaman yang kelak menjadi unggul pula. Jadi, sebagai petani yang bijak, Anda tak boleh meremehkan pemilihan pemakaian bibit kelapa kopyor.

Apabila Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851 

Manfaat ganda dari Tanaman Kelapa

Pohon kelapa merupakan tanaman serba guna yang memiliki segudang manfaat. Buanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Mul...