Jumat, 10 April 2020

Cara Budidaya dan Perawatan Kelapa Kopyor Agar Hasil Panen Maksimal



Gelar pohon kehidupan mungkin patut disematkan pada tumbuhan kelapa. Sebab, seluruh bagian pada pohon ini bisa dimanfaatkan oleh manusia, baik itu buah, daun, ataupun serabutnya. Kelapa merupakan tanaman multimanfaat yang mudah ditemui di wilayah beriklim tropis.  Tanaman ini telah tersebar di 86 negara dan diusahakan oleh sekitar lebih dari 10 juta keluarga. Tak hanya jadi sumber makanan dan minuman, pohon ajaib ini bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan rumah; kerajinan tangan; bahan campuran pada industri kosmetik, sabun, dan masih banyak lagi
.
Namun, kelapa seperti halnya tumbuhan lainnya yang banyak jenisnya. Salah satu jenis kelapa yang sedang populer adalah kelapa kopyor. Kini, bibit kelapa kopyor unggul banyak diburu oleh pembudidaya. Pasalnya, kelapa ini memiliki nilai yang cukup tinggi di pasaran. Jika diolah menjadi makanan atau minuman, kelapa kopyor adalah juaranya. Rasanya manis dengan daging yang lebih renyah atau krispi jika dibandingkan kelapa biasa.

Untuk menjadi pembudidaya hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah bibit tanaman. Agar memperoleh hasil panen maksimal, Anda harus menggunakan bibit kelapa kopyor yang berkualitas unggul. Anda bisa membuatnya sendiri. Namun, jika kesulitan dan tak ingin repot,  Anda bisa memesannya di pembudidaya bibit kelapa kopyor yang sudah terpercaya. Jika Anda tertarik untuk memperoleh bibit kelapa kopyor unggul, Vista Agro yang berlokasi di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, siap membantu Anda menyediakannya.

Pada artikel berjudul “Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa”,  kita telah membahas mengenai hama yang biasa menyerang dan mengancam hidup pohon kelapa. Jadi, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas cara pemeliharaan kelapa kopyor dengan hasil panen maksimal dan memuaskan.



Pemeliharaan Kelapa Kopyor

Sampai berumur tiga tahun petani harus intensif memelihara tanaman kelapa kopyor. Sebab, pertumbuhan tanaman kelapa yang masih muda sangat berpengaruh pada produksi buah kelapa nantinya. Tak jauh beda dari perawatan kelapa biasa, perawatan kelapa kopyor meliputi kegiatan-kegiatan, yaitu penyulaman, penyiraman, pengolahan tanah, pemeliharaan jalan kebun dan drainase, pemberian mulsa, pemupukan hingga pembersihan mahkota daun.

Penyiraman

Penyiraman bibit kelapa kopyor sangat diperlukan sampai tanaman berusia tiga tahun. Penyiraman ini sangat berarti apabila kekeringan datang akibat musim kemarau. Waktu terbaik melakukan penyiraman adalah sore hari. Pasalnya, di sore hari, tanah sudah dingin sehingga memudahkan air untuk langsung masuk ke dalam tanah dan meresap sempurna.
Untuk jumlah air dan frekuensi yang diperlukan sangat bergantung panda kondisi lingkungan, bisa setiap hari, bisa juga dua hari.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah ini sangat diperlukan. Pasalnya, pengolahan tanah memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup tanaman. Saat musim kemarau tiba, pengolahan tanah bertujuan untuk mengurangi penguapan air. Pengolahan tanah juga dapat membasmi hama tanaman kelapa yang terdapat di sekitar batang bawah tanaman. Pengolahan tanah ini tak harus dilakukan di seluruh kebun. Anda bisa melakukannya haya di sekitar batang tanaman, pada batas satu meter di luar piringan.    

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan melakukan penacngkulan dangkal (kecrok). Ini bisa dilakukan pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Penangkulan dangkal ini untuk memiyis akar-akar yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Upaya ini dilakukan guna menstimulir terbentuknya akar-akar baru. Artinya, akan ada akar yang lebih banyak jumlahnya di kemudian hari. Hal ini baik bagi tanaman. Nantinya akar akan menyerap unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Pemeliharaan Jalan Kebun dan Drainase

Pemeliharaan jalan kebun sangat perlu. Jalan yang terawat dengan baik mempermudah akses pekerjaan dan aktivitas keluar masuk kebun. Pemeliharaan jalan bisa dilakukan minimal setiap bulan.  Begitu pun pemeliharaan saluran drainase. Saluran drainase berfungsi sebagai tempat pembuangan air hujan maupun sisa air pengairan. Pembersihan pada saluran ini sangat perlu apabila musim memasuki masa penghujan. Jangan sampai kotoran yang menumpuk di saluran drainase menghambat jalannya air.

Pemberian Mulsa

Pemberian mulsa memiliki fungsi untuk menjaga kelembaban tanah. Hal ini menjadi penting sebab pemberian mulsa juga memiliki efek mengurangi penguapan air tanah, menegar tanah lekas padat, dan menekan pertumbuhan rumput pengganggu dan gulma. Selain itu pemberian mulsa juga dapat menambah bahan organik yang tersedia dalam tanah. Pemberian mulsa idealnya dilakukan pada musim kemarau.

Pemupukan

Cara pemberian pupuk pada tanaman kelapa adalah dengan sistem rorakan. Sistem rorakan adalah menaburkannya dengan pola melingkari batang tanaman, dengan jarak sekitar 1 m – 1,5 m dari batang tanaman. Setelah pemberian, pupuk ditutup dengan tanah agar tak hilang karena menguap terkena sinar matahari.

Pemupukan baiknya dilakukan pada awal dan akhir musim hujan. Seperti jenis tanaman budidaya lainnya, pemupukan sangatlah diperlukan pada pohon kelapa kopyor. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas tanah. Hal ini baik untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Untuk dosis pemberian pupuk berbeda pada tiap tempat, tergantung umur tanaman, kondisi lingkungan, dan tingkat kesuburan lahan

Membersihkan Mahkota Daun

Pembersihan mahkota dilakukan pada tanaman kelapa yang sudah berbuah. Hal ini dimaksudkan agar intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam mahkota atau daun muda. Tujuannya adalah agar proses asimilasi dan aktivitas organik lain meningkat. Pembersihan ini umumnya dilakukan bersamaan dengan pemanenan. Anda bisa membuang pelepah daun yang mengering dan beberapa kotoran lain yang berada di mahkota.

Jika Anda tertarik membudidayakan tanaman satu ini, kami (Vista Agro) siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggul. Anda bisa langsung datang di tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Kamis, 09 April 2020

Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa



Hama dan penyakit adalah ancaman bagi tiap tanaman budidaya. Tak hanya bisa merusak tanaman atau membuat pertumbuhan bibit kelapa kopyor terancam, hama bahkan bisa membuat tanaman mati. Oleh sebab itu, pengendalian hama sangat diperlukan. Pembudidaya kelapa harus telaten. 

Pengendalian hama memilik arti bahwa petani harus bisa menekan penyakit dan hama yang memiliki kemungkinan merusak tanaman. Tanaman yang rusak hanya akan meniptakan kerugian bagi pembudidaya. Jadi, populasi hama dan penyakit pada tanaman harus ditekan sebisa mungkin. Jangan sampai karena hama dan penyakit, usaha budidaya menjadi kacau, rusak, dan malah menimbulkan kerugian besar. 

Sebelum melakukan pengendalian hama, pembudidaya sebaiknya mengenali dan mengetahui gejala-gejala penyakit pada tanaman sedini mungkin. Dengan begitu biaya untuk mengatasinya bisa ditekan seminim mungkin. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? 

Usaha pencegahan atau upaya preventif perlu dilakukan. Pembudidaya bisa memulainya dengan merawat tanaman dengan baik agar tetap sehat. Dengan meningkatkan usaha preventif tersebut, risiko terserang hama dan penyakit bisa ditekan dan produksi yang dihasilkan bisa lebih memuaskan. Hanya perlu ketelatenan dan kekonsistenan dalam merawat tanaman.

Hama memang dapat mengancam tanaman. Namun, Anda tak perlu khawatir. Dengan memahami gejala dan cara penanganan yang baik dan benar, hama pasti bisa dikendalikan. 

Hama Penyerang Tanaman Kelapa

Ada beberapa hama yang biasa menyerang tanaman kelapa antara lain, yaitu: kumbang, ulat, belalang hingga ngengat kelapa.

Terdapat beberapa jenis kumbang yang sering menjadi hama bagi tanaman kelapa. Kumbang badak atau kwangwung adalah salah satunya. Kumbang ini berwarna hitam kecoklatan dengan kepala kecil bertanduk. Kumbang satu ini bisa ditemui di seluruh penjuru dunia kecuali di Amerika. 

Serangga satu ini merusak tanaman dengan cara menggerek pupus daun kelapa. Pembudidaya harus tahu gejala yang muncul akibat serangan serangga bernama ilmiah Oryctes rhinoceros L.Kumbang dewasa mengincar pucuk kelapa untuk mencari bagian yang muda dan lunak serta mengandung banyak air. Setelah itu, kumbang akan mengisap cairan yang ada di situ. 

Jika kerusakan yang diakibatkan oleh kumbang ini sampai pada titik tumbuh, maka kelapa tidak dapat membentuk daun baru lagi sebelum akhirnya mati perlahan-lahan. Serangan dari serangga ini juga dapat menjadi awal dari hama lainnya. Luka yang disebabkan oleh kumbang badak mengakibatkan serangan hama sekunder, yaitu kumbang sagu. Anda bisa mengendalikan hama kumbang badak ini dengan tiga cara, yaitu sanitasi, cara biologis, dan cara kimiawi. 
 
Cara sanitasi adalah dengan membersihkan kebun dari sisa-sisa tanaman. Anda bisa membakar kotoran kebun itu atau menguburkannya di tanah. Pembersihan bisa dilakukan setiap 1 – 2 bulan. Dengan keadaan kebun yang bersih, tak ada kesempatan bagi larva untuk hidup dan bertelur.
Pengendalian dengan cara biologis dilakukan dengan menggunakan cendawan meterrhizium anisopilae. Cendawan ini bisa menyerang larva meski daya bunuhnya tak terlalu kuat. 

Yang terakhir adalah pengendalian kimiawi. Pengendalian jenis ini menggunakan obat-obatan kimia pada pucuk pohon, misalnya dengan menggunakan Basudin 10-G sebanyak 10 g – 20 g per pohon atau Furadan 3-G sebanyak 40 g – 50 g per pohon; atau dengan menyemprotkan Hostation 40 EC dengan dosis 5 cc per liter air. Pemberian obat bisa dilakukan setiap tiga bulan. 

Belalang Sexava (Sexava Sp.)

Hama ini memakan daun kelapa. Belalang dewasa memakan daun yang tua. Namun, jika daun yang tua sudah habis, belalang juga akan memakan daun muda. Bahkan, tak jarang hama ini memakan buah yang masih muda ataupun bunga pada pohon. Seekor belalang, untuk melangsungkan hidupnya, membutuhkan 20 cm daun setiap malam. Belalang jenis ini bisa menghabiskan seluruh daun pada pohon kelapa yang ditumpanginya. Jadi, apabila pengendalian hama tak segera dilakukan, maka tak ayal jika nantinya pohon akan mati. 

Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan menanam tanaman penutup tanah. Selain memaksimalkan lahan dan menyuburkan tanah, tanaman penutup tanah bisa mengurangi jumlah telur belalang bahkan menghindarinya. 

Anda juga bisa melakukan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian jenis ini memanfaatkan obat-obatan kimia. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan Baythroid 50 WSC dengan dosis 1 cc – 2 cc per liter air atau dengan BHC sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan.

Ulat Siput (Darna catenatus)

Ulat siput juga merupakan hama bagi tanaman kelapa. Ulat siput yang masih muda menyerang anak-anak daun kelapa bagian bawah secara random. Biasanya, daun-daun yang mengalami rusak parah akan menjadi berwarna merah sauh. Serangan yang hebat bisa berakibat pada tandan-tanda buah dan daun. Lebih jauh, hal ini menjadikan buah bisa gugur.

Pengendalian hama ini dapat dikerjakan dengan cara mekanis, biologis, dan kimiawi. Pengendalian mekanis bisa dilakukan dengan memangkas bagia yang terserang oleh hama.  Sedangkan dalam cara kimiawi dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida seperti yang digunakan untuk mengendalikan hama artona, yaitu Agrotion 50 EC sebanyak 2 cc per liter atau Basudin 60 EC dengan dosis 2 cc – 3 cc per liter air.

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit kelapa kopyor unggul sangat mempengaruhi hasil. Makin unggul bibit, makin maksimal pula hasil yang akan dipanaen. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851  

Senin, 13 Januari 2020

Mencegah Bibit Kelapa Kopyor Keriting


Cara Mencegah dan Mengatasi Daun Bibit Kelapa Kopyor Keriting

Bibit kelapa kopyor sedang menjadi primadona di kalangan para petani kelapa saat ini. Secara umum pohon kelapa kopyor yang banyak di cari adalah bibit genjah kopyor. Memiliki pohon dengan ukuran pendek dan cepat menghasilkan buah. Bukan hanya itu budidaya kelapa kopyor memiliki keuntungan tersendiri dibanding jenis kelapa lainnya. Buah kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi, harganya bisa 10x lipat dibanding kelapa sayur pada umumnya.

Sebelum memulai budidaya kelapa kopyor, sebaiknya di perhatikan pula kesiapan lahan maupun bibit. Pemilihan bibit kelapa kopyor yang baik apabila memenuhi kiteria syarat tumbuh. Tidak jarang bibit yang telah di seleksi dengan baik pun menemui kendala juga seperti keriting pada daun, apabila tidak di tangani dengan tepat menjadi kering kurang sehat dan kemudian mati.
bibit kelapa kopyor keriting


Tentu petani kelapa kopyor enggan mengalami kejadian ini bukan? Maka perlu ada solusi untuk mencegah dan mengatasi daun bibit kelapa kopyor yang keriting dan kering. Apabila di biarkan Ini akan menghambat tingkat produktifitas manggar dan buah di saat dewasa,  Daun keriting biasanya disebabkan hama yang bersarang di janur muda saat masih masa pertumbuhan. Hama yang bersarang pada janur atau daun dapat menjadi perantara virus yang mengakibatkan berbagai macam penyakit, sehingga pertumbuhan bibit kelapa kopyor tidak maksimal.

Keriting pada daun bibit kelapa kopyor juga dapat mengganggu penampilan bibit yang dihasilkan, daun menjadi kisut, mengkerut dan perlahan akan mati karena serangan penyakit yang massif. Penyebabnya bisa dari jenis tungau, kutu daun dan thrips yang dapat menularkan penyakit pada bibit kelapa kopyor sehat apabila tidak segera di atasi.  Gejala serangannya seperti warna tulang daun berubah menjadi kuning terang, menggulung dari pangkal ke ujung. Pada pohon dewasa tanaman menjadi kerdil (tidak sehat) produktifitas manggar dan buah menurun, pada keadaan yang parah membuat pohon tidak berbuah sama sekali.

Pengendalian hama daun keriting ini adalah dengan membasmi hewan pembawa virus ini. Hama jenis kutu kutuan dapat di kendalikan dengan pemberian pestisida berbahan aktif abamectin. Pestisida pengendali hama ini dapat di peroleh di toko penyedia obat pertanian. Seperti penyemprotan fastak (racun hama). Apabila di celah –celah ketiak daun pelepahnya titemukan hama jenis brontispa longissima maka sebaiknya mnenggunakan furadan dengan cara di tabur di celah celah ketiak pelepah daunnya dengan kombinasi penyemprotan furadan.

Apabila daun yang keriting sudah mulai mongering, pangkas daun yang kering kemudian dapat di semprotkan dengan marshal 5g tunggu sampai keluar daun baru, kurang lebih selama satu bulan akan dapat terlihat daun baru yang hijau dan kembali sehat. Perawatan pohon kelapa kopyor yang telah sehat juga perlu di perhatikan. Seperti kebutuhan air dan nutrisinya sehingga akan di hasilkan pohon kelapa kopyor yang siap produksi.

Senin, 08 Juli 2019

Solusi Atasi Bakal Buah Pohon Bibit Kelapa Kopyor yang Rontok



Kelapa kopyor merupakan salah satu jenis kelapa yang mudah sekali dikenal masyarakat karena rasa buahnya yang segar untuk dijadikan minuman. Cara budidaya kelapa kopyor pun terbilang cukup mudah, seperti tanaman kelapa pada umumnya. Bibit kelapa kopyor bisa di bilang cocok di tanam pada iklim tropis seperti Indonesia.
bibit kelapa kopyor


Penanaman Bibit Kelapa Kopyor 
Bibit kelapa kopyor yang di tanam dan di rawat dengan baik, tentu akan menghasilkan pohon yang sehat. Langkah-langkah pemeliharaan pohon kelapa kopyor yang sudah di tanam adalah memperhatikan penyiraman serta pemupukannya. Usahakan pada satu tahun pertama penanaman sebaiknya bibit kelapa kopyor diberi naungan dan juga penanaman tanaman penutup tanah dapat dilakukan dengan tujuan agar tanah menjadi subur dan terhindar dari tanaman pengganggu.

Solusi Bakal Buah Kelapa Kopyor Rontok
Budidaya kelapa kopyor relative memerlukan waktu singkat untuk mulai belajar berbuah kurang lebih sekitar 4 tahun. Namun adakala dalam budidaya kelapa kopyor saat awal belajar berbuah , bakal buah yang dihasilakan mengalami kerontokan. Tentu pelaku budidaya kelapa kopyor tidak menginginkan kerontokan buah terjadi terus menerus bukan? Kerontokan bakal buah yang di biarkan terus-menerus akan mempengaruhi jumlah buah yang dihasilkan saat dewasa nanti.
Maka dari itu perlu penanganan khusus agar budidaya kelapa kopyor yang sudah mulai menghasilkan bakal buah tetap di pertahankan agar tidak rontok. Walaupun bisa dibilang bakal buah rontok setelah penyerbukan merupakan hal wajar pada awal musim tanam pertama. Asalkan tidak di sertai dengan daun menguning dan pupus kering. Kerontokan bakal buah dapat di pengaruhi karena kekurangan zat boron dan seng (zink) sehingga harus dilakukan penanganan yang baik.

Berikut langkah yang dapat dilakukan dalam budidaya kelapa kopyor agar tidak mengalami kerontokan calon buah yang berkepanjangan adalah dengan memberikan pupuk NPK (nitrogen , phosphor, kalium). Pengaplikasian pupuk NPK ini dapat ditabur di sekeliling batang, ini memicu pelengketan bakal calon buah kelapa kopyor yang dihasilkan agar tidak mudah rontok. Selain pemberian pupuk, sebaiknya perlu di perhatikan cara budidaya kelapa kopyor pada tahap pertama.
\
Mulai dari persiapan lahan, langkah ini sangat penting karena tanah merupakan tempat pertumbuhan bibit kelapa kopyor yang akan di tanam. Hampir semua kriteria tanah dapat di tanami bibit kelapa kopyor. Akan tetapi sebaiknya hindari tanah kapur yang keras. Kelapa kopyor dapat tumbuh dengan baik minimal pada 75% pencahayaan sinar matahari. Persiapan pengolahan lahan ini dimaksudkan untuk produktivitas buah kelapa kopyor nanti.

Selain itu pemberian pupuk yang benar juga dapat mempengaruhi hasil buah. Pada tahap awal tidak perlu menggunakan pupuk yang “strong” cukup menggunakan pupuk kandang (kotoran kambing/sapi) yang sudah terfermentasi. Pada saat pohon sudah berumur satu tahun, di perlukan pupuk lanjutan NPK, usahakan setiap pohon memiliki jarak pemupukan 30cm dari pusat pohon.

Perhatikan pula kebutuhan air pada musim kemarau, pohon kecil yang daun nya belum mekar harus di siram sehari sekali untuk memenuhi pasokan air dalam tempurung agar pertumbuhannya bagus. Sebaliknya apabila musim penghujan datang, penyiraman tidak perlu terlalu intens. Hanya perhatikan kebutuhan tanaman, hindari penyiraman yang mengakibatkan tanah berlumpur (becek) tergenang air karena dapat merusak batok kelapanya.

Demikian sedikit urain dari kami “vista Agro Media” semoga bermanfaat dan sampai jumpa pada artikel berikutnya. Apabila anda sedang membutuhkan bibit kelapa kopyor siap tanam, kami menyediakan bibit kelapa kopyor unggul, silahkan menghubungi kami di : 087838393451

Sabtu, 24 November 2018

Cara Mudah Menjadi Kaya Dengan Budidaya Kelapa Kopyor



Cepat Kaya dengan Budidaya Kelapa Kopyor


Kelapa Kopyor bisa disebut dengan “emas hijau” lantaran harga kelapa kopyor bisa lebih mahal 10 kali lipat dari kelapa biasa. Kelapa kopyor memang dari segi fisik tidak berbeda dengan kelapa biasa, tapi secara genetik menyimpang karena daging buah yang terlepas dari tempurungnya. Lalu, apa saja keunggulan dari “emas hijau” ini?


Kelapa Kopyor Pati Sejahterakan Petani

Dilansir dari Koran Jakarta, suatu hari, Guru Besar Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor (IPB), Sodarsono, bersama timnya melakukan observasi penelitian ke sebuah sentra kelapa kopyor di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dia mengamati kehidupan masyarakat yang menanam kelapa kopyor di pelataran rumah.
Kebetulan, Sodarsono bertemu dengan sebuah keluarga yang menanam tiga pohon kelapa kopyor. Bagi keluarga tersebut, buah kelapa kopyor yang bergrombol di tandannya bak “emas hijau” yang bisa dipetik dan dijual kapan saja untuk menambal kebutuhan sehari-hari.


Harga 10 Kali Lipat Dari Kelapa Biasa

Perumpamaan “emas hijau” itu lantaran harga kelapa kopyor bisa lebih mahal dari 10 kali lipat dari kelapa biasa. Kalau pengepul hanya menghargai kelapa biasa antara 3.000–4.000 rupiah per butir, nilai kelapa kopyor bisa mencapai 50.000 rupiah per butir.
Tak pelak, tutur Sodarsono, jika keluarga itu bisa mengandalkan biaya anaknya wara-wiri kuliah dari Pati ke Yogyakarta setiap satu pekan dengan menjual kelapa kopyor kepada pengepul.
Kemudian, pengepul mengumpulkan kelapa kopyor itu hingga mencapai bilangan tertentu agar tetap mendapat untung bila didistribuskan ke Jakarta, tepatnya untuk dijual lagi ke restoran, pabrik es krim, dan pedagang buah.
Pengepul membandrol kelapa kopyor untuk konsumennya di Jakarta antara 40.000–50.000 rupiah per butir. Selanjutnya, sebagian besar kelapa kopyor itu ada yang diolah lebih lanjut oleh konsumen menjadi minuman segar. Ada pula yang memanfaatkan kelapa kopyor untuk campuran pembuatan roti, kembang gula, es krim, koktail, dan permen.
Setelah menjadi produk jadi, nilai tambah kelapa kopyor menjadi berpilat ganda lagi. Sekadar informasi, di bilangan Mayestik, Jakarta, pedagang minuman menjual menu es kelapa kopyor 20.000 per gelas. Padahal, untuk satu buah kelapa kopyor bisa untuk enam hingga 10 gelas. Jadi, semakin kelapa kopyor berisi, maka bisa untuk beberapa gelas minuman es kelapa kopyor.
Plasma Nutfah
Menyimak cerita keluarga tersebut, Sodarsono terinspirasi merintis kegiatan penelitian kelapa kopyor dengan menggandeng Badan Litbang Pertanian melalui Balai Penelitian Tanaman (Balit) Palma sejak 2010. IPB dan Balit Palma telah mengembangkan berbagai teknologi budi daya, pengembangan perlindungan tanaman, dan penanganan pascapanen yang terkait dengan kelapa kopyor.
Wujud dari komitmen itu di antaranya didirikannya Pusat Konservasi Plasma Nutfah Kelapa Kopyor Indonesia di Jonggol, Bogor, dan Manado, Sulawesi Utara.
“Saat ini telah ditanam sekitar 3 hektare kelapa kopyor dari berbagai daerah di Indonesia di Jonggol pada akhir 2013. Sepanjang tahun 2014 ini akan dikembangkan lebih lanjut hingga mencapai luasan 5 hektare–6 hektare,” ujar Sodarsono, yang menyandang gelar doktor bidang Agronomi North Carolina State University, Amerika Serikat, ditemui di Jakarta, awal pekan lalu.
Pendirian pusat konservasi tersebut bertujuan untuk mencegah punahnya kelapa unggul asli Indonesia. Sekadar informasi, dari variasi kelapa kopyor di Indonesia, ada tiga varietas yang secara resmi telah dilepas Kementerian Pertanian sebagai varietas lokal. Varietas itu antara lain kelapa genjah cokelat kopyor, kelapa genjah hijau kopyor, dan kelapa genjah kuning kopyor.
 

“Kelapa kopyor tersebut dari segi fisik tidak berbeda dengan kelapa biasa, tapi secara genetik boleh dibilang menyimpang. Penyimpangan itu terjadi pada daging buah yang terlepas dari tempurungnya,” jelas peneliti Balit Palma, Ismail Maskromo, kepada Koran Jakarta, di Jakarta, pekan lalu.
Kelapa kopyor tersebut secara umum dikelompokkan dalam tiga tipe, yaitu genjah, hibrida, dan dalam. Karakteristik tipe genjah memunyai ukuran batang pendek berdiameter relatif kecil.
Pohon tipe ini akan berbuah sekitar umur lima tahunan dengan produksi 12–15 buah per tandan. Persentase buah kopyor sekitar 25–50 persen per tandan (4–6 buah kopyor per tandan).
Sementara itu, kelapa kopyor tipe hibrida punya batang yang relatif lebih besar diameternya dibandingkan kelapa genjah.
Pohon kelapa ini akan berbuah pertama sekitar umur 5–6 tahunan dengan produksi buah antara 10–12 buah per tandan. Persentase buah kopyor sekitar 25–50 persen per tandan (4–5 buah kopyor per tandan).
 Adapun ciri-ciri kelapa kopyor tipe dalam memiliki ukuran batang relatif besar dan kuat.   
Pohon tipe ini akan berbuah pertama sekitar umur delapan tahunan dengan produksi buah antara 5–8 buah per tandan. Persentase buah kopyor sekitar 25 persen per tandan (1–2 buah kopyor per tandan).
 Dari beberapa tipe dan varietas kelapa kopyor yang ada, IPB dan Balit Palma sedang mendaftarkan kelapa dalam kopyor puan kalianda.
“Kelapa kopyor puan kalianda telah diakui dan terdaftar sebagai varietas lokal kelapa kopyor tipe dalam,” ujar Sodarsono.
Pemuliaan Tanaman
Untuk mengembangkan varietas kelapa kopyor yang sudah ada, IPB dan Balit Palma juga terus melakukan pemuliaan tanaman melalui kultur embrio dan true-to-type (T3).
Sodarsono menjelaskan buah kelapa kopyor secara alami sebenarnya tidak dapat ditumbuhkan menjadi bibit karena abnormalitas daging buahnya. Namun, buah kopyor tetap memunyai embrio sigotik yang dapat berkembang menjadi bibit.
Tahapan pemuliaan melalui kultur embrio diawali dengan mengisolasi embrio sigotik di medium steril berisi nutrisi untuk menumbuhkannya hingga berkecambah dan menjadi plantlet (bibit kecil dalam botol). Plantlet yang telah cukup besar, dipindahkan ke media tanah hingga menjadi bibit siap tanam.
Harga bibit kelapa kopyor hasil kultur jaringan tersebut untuk kelapa kopyor tipe dalam berkisar antara 400 ribu–500 ribu rupiah, sedangkan kelapa kopyor tipe genjah berkisar antara 1 juta rupiah per bibit.
“Teknik ini bisa menghasilkan buah kopyor 100 persen per tandan, tetapi tidak bisa menghasilkan buah untuk bibit,” klaim Sodarsono.
Berbeda dengan kultur embrio, tahapan pemuliaan kelapa kopyor T3 diawali dengan menyilangkan secara terkontrol antara induk jantan yang dihasilkan IPB dan Balit Palma, dengan iduk betina kelapa kopyor milik petani. Hasil persialangan dipanen pada umur 11 bulan dan dikecambahkan hingga menjadi bibit. Pada saat bibit berumur 6–8 bulan maka siap ditanam di lapangan.
 “Berbeda dengan bibit hasil kultur embrio, bibit T3 menghasilkan buah kopyor yang berkisar antara 25–50 persen per tandan,” jelas Sodarsono. Sebagai ilustrasi, dengan menanam 10 bibit T3, 10 bibit itu akan berkembang menjadi 10 pohon kelapa kopyor. Saat ini, harga bibit kelapa kopyor T3 untuk kelapa kopyor tipe dalam dan kelapa kopyor tipe genjah berkisar antara 100 ribu rupiah per bibit.
bibit kelapa kopyor

Teknik kultur embrio dan T3 tersebut berbeda dengan proses pembibitan yang dilakukan petani selama ini. Sodarsono menguraikan pembibitan alami ini dilakukan dengan memilih pohon kelapa kopyor yang telah terbukti selalu menghasilkan buah kopyor (25–50 persen per tandan).
 Selanjutnya, pohon kelapa kopyor terpilih dipanen pada umur 11 bulan dan dikecambahkan menjadi bibit. Setelah bibit berumur 6–8 bulan maka sudah siap ditanam di lapangan. Saat ini, harga bibit kelapa kopyor tipe dalam dan kelapa kopyor tipe genjah berkisar antar a 50 ribu rupiah per bibit.
 “Kelapa tersebut bisa menghasilkan buah kopyor 25–100 persen per tandan, dan buah yang tidak kopyor dapat dijadikan sebagai bibit kelapa kopyor alami,” tutup Sodarsono.
Dari teknik pembibitan yang telah dikembangkan tersebut, mereka yang tertarik berbisnis kelapa kopyor bisa memilih keunggulan dan kekurangan varietas dan jenisnya.

Selasa, 13 November 2018

Kelapa Kopyor Pati yang Bernilai Tinggi

Kelapa Kopyor Pati Yang Fenomenal

Kelapa kopyor adalah kelapa mutan asli Indonesia dengan endosperma (daging buah kelapa) abnormal. Endosperma kelapa mutan ini terlepas dari cangkangnya, sehingga dikenal sebagai buah kelapa kopyor. Akan tetapi, abnormalitas endosperma tersebut ternyata mempunyai nilai komersial yang tinggi, karena sangat disukai oleh konsumen.
Kelapa Kopyor merupakan kelapa mutan asli Indonesia dan berbeda fenotipenya dengan kelapa Makapuno yang berasal dari Filipina. Rasanya yang khas menjadikan kelapa kopyor menjadi kelapa mutan eksotis yang banyak diminati masyarakat. Daging buah kelapa kopyor dapat dipasarkan dalam bentuk segar dan siap saji maupun melalui pengolahan terlebih dahulu. Di Kabupaten Pati, pemanfaatan kelapa kopyor lebih ditujukan untuk kebutuhan konsumsi bahan pangan berupa es kopyor, es krim kopyor, koktil, dan bahan campuran kue.


Asal usul Kelapa Kopyor di Pati Bagaimana?

Kelapa Genjah Kopyor Pati telah diketahui keberadaannya dan berkembang sejak lebih dari 50 tahun yang lalu di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Hal ini dibuktikan dengan masih adanya beberapa tanaman yang berumur lebih dari 40 tahun. Kemungkinan merupakan pengembangan dari tanaman kopyor hasil mutasi alami yang terjadi di daerah Pati atau bisa saja berasal dari luar daerah Pati. Sejak tahun 1960an tanaman kelapa kopyor sudah ada di daerah Pati dan terus dikembangkan di pekarangan rumah penduduk setempat, dengan menggunakan benih/ bibit alami dari buah normal tanaman kelapa Genjah yang diketahui menghasilkan buah kopyor. Dengan jumlah tanaman yang sangat banyak dan menyebar luas di Kabupaten ini, diduga tanaman Kelapa Genjah Kopyor tersebut merupakan tanaman asli daerah Pati.

Kelapa Genjah Kopyor Pati


Kelapa kopyor merupakan kelapa eksotis yang bernilai ekonomi tinggi. Keunggulan populasi kelapa kopyor asal Pati adalah cepat berbuah (3-4 tahun) sehingga dikategorikan sebagai kelapa kopyor Genjah dan persentase menghasilkan buah kopyor pertandan yang tinggi mencapai 50%. Melalui kerjasama antara Balai Penelitian Tanaman Palma (BalitPalma) Manado dengan Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati, pada tahun 2007 tanaman Kelapa Genjah kopyor Pati telah didaftarkan di Pusat Perlindungan Varietas Tanaman (PPVT) sebagai calon varietas unggul lokal. Setelah melalui pengamatan selama 3 tahun berturut-turut oleh peneliti BalitPalma, pada tahun 2010 sebanyak tiga varietas kelapa Genjah Kopyor Pati dilepas sebagai varietas unggul lokal dengan Surat Keputusan Menteri Pertanian.
1. No: 3995/KPTR/SR/120/12/2010, tentang Pelepasan Kelapa Kopyor Genjah Coklat Pati

2. No: 3996/KPTR/SR/120/12/2010, tentang Pelepasan Kelapa Kopyor Genjah Hijau Pati
3. No: 3997/KPTR/SR/120/12/2010, tentang Pelepasan Kelapa Kopyor Genjah Coklat Pati
Saat ini kelapa Genjah kopyor Pati telah berkembang di kabupaten lain di   Jawa Tengah seperti di Kabupaten Jepara, Rembang, Sukoharjo, Magelang dan Jogjakarta. Selain itu telah menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Daya adaptasi dan toleransi Kelapa Genjah Kopyor cukup bagus. Secara umum penampilan morfologi tanaman Kelapa Genjah Kopyor Pati yang ditanam di luar wilayah Pati tersebut, tidak berbeda dengan tanaman asalnya.
kelapa kopyor

Pertanaman kelapa kopyor

Tanaman kelapa kopyor di Kabupaten Pati tersebar di wilayah Pati Utara dengan sentranya di Kecamatan Dukuhseti, Tayu, Margoyoso, Cluwak, Gunungwungkal dan Trangkil. Luas areal tanam total 767,65 Ha dengan luas areal tanaman menghasilkan sebanyak 303,30 Ha, sedangkan potensi lahan masih sangat memungkinkan untuk pengembangan selanjutnya.
kelapa kopyor

Perbanyakan Kelapa Kopyor

Perbanyakan kelapa kopyor dapat dilakukan dengan dua cara. Pertama, secara konvensional, menggunakan benih yang berasal dari tandan yang menghasilkan buah kopyor. Tanaman yang di perbanyak dengan cara ini apabila telah berproduksi dapat menghasilkan  1 – 4 butir/ tandan, tergantung potensi berbuah kopyor pohon induknya. Kedua, secara in vitro, yaitu menumbuhkan embrio dari buah kopyor pada media tumbuh buatan dalam kondisi aseptik di laboratorium. Tanaman yang dihasilkan dengan cara ini akan menghasilkan tanaman dengan potensi 100% buah kopyor. Tanaman kelapa kopyor yang diperbanyak dengan cara ini telah ditanam di Ciomas (Bogor), Riau dan Kalimantan Timur. (Sumber: Buku Monograf Kelapa Kopyor, Balitka 2007).
Pengembangan Kelapa Kopyor di Kabupaten Pati telah dilakukan oleh Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Pati melalui kegiatan-kegiatan pengembangan dan optimasi lahan di lokasi-lokasi yang berpotensi. Beberapa lembaga pemerintah telah melakukan kajian dan penelitian mulai tahun 2000 dari BalitPalma Manado, IPB Bogor, Balitbang Provinsi Jawa Tengah, UMK Kudus, PPKS Medan dan beberapa Perguruan tinggi lain. Pada tahun ini Pemerintah Daerah Kabupaten Pati telah membangun Kebun Bibit Kelapa Kopyor di Desa Waturoyo Kecamatan Margoyoso, dengan maksud untuk membuat kebun khusus Kelapa kopyor sebagai kebun yang khusus untuk pengembangan dan pelestarian Kelapa Kopyor sebagai komoditas perkebunan unggulan kabupaten Pati baik dengan bibit lokal maupun bibit hasil kultur embrio, serta sebagai kebun contoh dan tempat penelitian komoditas kelapa kopyor Kabupaten Pati.


Alasan Menanam Kelapa Kopyor


Budidaya kelapa kopyor perlahan tapi pasti mulai booming dan kini mulai dilirik dan dikembangkan masyarakat luas. Berbagai media massa baik cetak maupun elektronik meliput tentang keistimewaan pohon kelapa kopyor. Pertanyaanya, apa alasan utama mengapa masyarakat mulai tertarik membudidayakan kelapa kopyor?

Nilai Ekonomis yang tinggi


Seperti diketahui bersama, harga kelapa kopyor di pasaran mencapai 20 ribu sampai 30 ribu per biji. Bahkan, di daerah tertentu (daerah Jakarta dan sekitarnya) kadangkala mencapai lima puluh ribuan per batang. Dan yang pasti, tentu saja harganya lebih mahal daripada kelapa biasa. Harga kelapa biasa biasanya hanya berkisar lima ribu sampai sepuluh ribu rupiah.
Usut punya usut rupanya kelapa kopyor memang menjadi menu utama yang mahal di beberapa restoran mewah. Di samping itu, kelapa kopyor juga menjadi bahan baku utama dalam pembuatan es krim yang laris di pasaran.

Minim Pesaing

Belum banyak yang membudidayakannya alias minim pesaing. Budidaya kelapa kopyor selama ini tersentra di daerah Pati, Jogja, Bogor, Jepara, Bogor dan Magelang. Untuk daerah lainnya masih jarang. Bahkan, di Pati sendiri terpusat di kawasan Tayu dan sekitarnya. itu artinya masih ada peluang yang cukup prospek untuk kedepannya.

Tergolong Genjah dan Cepat Berbuah

bibit kelapa kopyor

Kelapa kopyor termasuk jenis tanaman genjah (pendek) sehingga cepat berbuah. Menurut penelitian Balikpalma Manado di Pati tahun 2007, kelapa genjah kopyor Pati dengan warna hijau, coklat dan kuning (gading) cepat berbuah di usia empat tahunan. Maka tidak heran bila di tahun 2010, Menteri Pertanian waktu itu memberikan sertifikat (pengakuan)  bahwa Kabupaten Pati sebagai sentra penghasil kelapa kopyor dan pemilik sah varietas kelapa unggul nusantara.
   

Mudah dibudidayakan. 

Budidaya kelapa kopyor bisa dibudidayakan di tempat manapun, selama curah hujannya cukup dan kadar kelembaban udaranya terjaga. Memang daerah dataran rendah lebih disukai dan mudah untuk budidaya kelapa, termasuk kelapa kopyor ini. Namun, daerah datarang tinggi juga banyak yang berhasil membudidayakan kelapa kopyor.

Walapun demikin, anda sebagai petani pemula yang ingin membudidayakan kelapa kopyor perlu memperhatikan kriteri tertentu. Utamanya selain mempersiapkan ilmu budidaya, juga memilih bibit kelapa kopyor yang baik dan berkualitas, juga diperlukan sedikit kesabaran dan ketelatenan. Mengingat budidaya kelapa kopyor dapat dipanen setelah umur empat sampai lima tahun. Namun, tidak ada salahnya anda mencobanya, sebagai salah satu investasi jangka menengah yang cukup menjanjikan.

Manfaat ganda dari Tanaman Kelapa

Pohon kelapa merupakan tanaman serba guna yang memiliki segudang manfaat. Buanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Mul...