Jumat, 17 April 2020

Lokasi dan Iklim Terbaik untuk Budidaya Kelapa Kopyor



Siapa tak kenal tanaman kelapa? Dengan buahnya yang sangat menyegarkan, hampir seluruh umat manusia mengetahui buah satu ini. Tanaman ini kerap ditemukan di daerah tropis. Kelapa biasanya tumbuh di dataran rendah di wilayah sepanjang garis katulistiwa.

Tanaman kelapa kopyor senang dengan suhu udara yang panas. Dengan suhu rata-rata tahunan kurang-lebih 27 derajat selsius, kelapa ini bisa tumbuh normal. Namun, tiap fase perkembangan kelapa kopyor memiliki suhu idealnya masing-masing. Misalnya, pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman kelapa kopyor menghendaki suhu minimal 21 derajat selsius. Sedangkan pada masa pertumbuhan buah, tanaman kelapa kopyor memerlukan suhu rata-rata 25 derajat selsius, dengan fluktuasi 5 – 7 derajat selsius.



Kini, jenis kelapa yang sedang naik daun adalah kelapa kopyor. Kelapa kopyor sesungguhnya merupakan pertumbuhan abnormal dari buah kelapa. Namun, karena rasanya yang lezat, kelapa kopyor diburu untuk disantap. Kelapa kopyor sering diolah sebagai kudapan maupun minuman segar. Tetapi, tak hanya buahnya saja yang diburu. Karena tingginya permintaan buah kelapa kopyor di pasar, kini bibit kelapakopyor pun mulai dicari.

Jika Anda juga tertarik menggeluti budidaya kelapa kopyor, Anda bisa memperhatikan beberapa hal di bawah ini. Dalam artikel kali ini, kami akan membagikan ilmu terkait budidaya kelapa kopyor.
Tiap tanaman pasti punya tempat hidupnya sendiri. Begitupun kelapa kopyor. Tanaman satu ini bisa tumbuh dan berkembang dengan baik apabila ditanam di daerah yang tepat. Bahkan, menurut literatur yang kami dapatkan, keberhasilan budidaya kelapa kopyor banyak dipengaruhi oleh faktor iklim dan tanah.

Faktor iklim mempengaruhi banyak menyangkut pertumbuhan kelapa kopyor. Faktor iklim tersebut di antaranya meliputi: suhu udara, ketinggian tempat, daerah lintang atau letak geografis, kuantitas hujan, keadaan angin, intensitas sinar matahari, hingga kelembaban udara.

Suhu Udara yang Cocok untuk Budidaya Kelapa Kopyor

Tanaman kelapa kopyor senang dengan suhu udara yang panas. Dengan suhu rata-rata tahunan kurang-lebih 27 derajat selsius, kelapa ini bisa tumbuh normal. Namun, tiap fase perkembangan kelapa kopyor memiliki suhu idealnya masing-masing. Misalnya, pada masa pertumbuhan vegetatif, tanaman kelapa kopyor menghendaki suhu minimal 21 derajat selsius. Sedangkan pada masa pertumbuhan buah, tanaman kelapa kopyor memerlukan suhu rata-rata 25 derajat selsius, dengan fluktuasi 5 – 7 derajat selsius.

Tanaman kelapa cukup sensitif dengan perubahan iklim yang mencolok. Perubahan iklim yang mencolok bisa membikin penurunan hasil produksi buah kelapa. Jadi, dengan persyaratan yang disebut di atas, umumnya, tanaman kelapa banyak di jumpai di wilayah dengan ketinggian kurang dari 600 m dpl.

Ketinggian Tempat

Di Indonesia, tanaman kelapa paling banyak dijumpai di daerah dengan ketinggian kurang dari 200 m dpl. Namun, sebenarnya, kelapa dapat tumbuh baik di daratan berketinggian antara 200 m – 600 m dpl. Tetapi, belakangan diketahui bahwa tanaman kelapa yang tumbuh di dataran rendah (di bawah ketinggian 200 m dpl) berbuah lebih cepat dan memiliki kadar minyak yang tinggi.

Pada ketinggian lebih dari 1.000 m dpl, tanaman kelapa tetap bisa tumbuh. Namun, seringkali hanya berbuah lebih lambat dan sedikit. Selain itu, produksi buah pun terbilang lambat. Bahkan, kelapa yang ditanam di dataran tinggi biasanya baru berbuah pada umur lebih dari 12 tahun.

Daerah Lintang

Kelapa adalah tanaman khas daerah tropis. Ia dapat tumbuh dan berkembang dengan baik pada wilayah dengan batas geografis 18° Lintang Utara (LU) dan 18° Lintang Selatan (LS). Namun, daerah yang paling cocok untuk budidaya kelapa kopyor adalah pada wilayah antara 15° LU dan 15° LS. Beberapa negara yang berada di wilayah itu di antaranya yaitu, Indonesia, Malaysia, daerah tropis Afrika, Amerika Tengah, Filipina, dan lain sebagainya. Di luar daerah tersebut, seperti di Portugal dan Florida, mungkin pohon kelapa dapat tumbuh, tetapi tak berbuah sama sekali.

Cuaca dan Curah Hujan

Curah hujan memengaruhi persediaan air untuk proses pertumbuhan tanaman kelapa. Jadi, faktor cuaca dan curah hujan merupakan hal vital yang memengaruhi berhasil tidaknya budidaya kelapa.
Tanaman kelapa cocok hidup di daerah yang memiliki musim kemarau ccukup pendek (kurang dari tiga bulan), tetapi tak terlalu kering. Curah hujan minimal yang disukai tanaman kelapa kopyor adalah 1.300 mm per tahun. Sedangkan, curah hujan maksimalnya adalah 2.300 mm per tahun.
Musim kemarau yang terlalu panjang berakibat pada penguapan yang berlebih pada seluruh bagian tanaman. Hal itu, bisa mengakibatkan pertumbuhan tanaman terganggu. Selain itu, kemarau yang terlampau panjang dapat berakibat pada terganggunya pembentukan daun baru dan kucup bunga yang menurun. Namun, apabila curah hujan terlalu tinggi, produksi buah bisa berkurang atau punya kualitas yang buruk.

Keadaan Angin

Angin yang terlampau kencang bisa membahayakan tanaman kelapa. Sebab, angin kencang seperti badai dapat merusak tanamana.

Intensitas Sinar Matahari

Supaya tanaman kelapa bisa tumbuh dengan maksimal dan berproduksi dengan baik, diperlukan penyinaran matahari minimal tujuh jam per hari. Kebutuhan sinar matahari pada tanaman kelapa kopyor lebih tinggi dari jenis kelapa sawit. Pada kelapa sawit, hanya diperlukan empat jam penyinaran matahari per hari.


Jenis Tanah

Pada dasarnya, tanaman kelapa dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah di daerah dengan ketinggian kurang dari 600 m dpl. Asalkan, tanah tersebut memiliki sifat fisik dan kimia yang memenuhi syarat tumbuhnya tanaman.

Beberapa jenis tanah yang sesuai untuk ditanamai kelapa antara lain, yaitu:
1.       Tanah Aluvial (Endapan)
2.       Tanah Grumosol (Liat)
3.       Tanah Lateritic (Latosol)
4.       Tanah Regosol
5.       Tanah Vulkanis
6.       Tanah Gembur

Untuk memulai budidaya kelapa kopyor di Indonesia tak sulit, bukan? Apalagi, kini telah banyak pembudidaya yang menyediakan bibit kelapa kopyor unggul.

Jadi, jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit kelapa kopyor unggul sangat mempengaruhi hasil. Makin unggul bibit, makin maksimal pula hasil yang akan dipanaen. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Sabtu, 11 April 2020

Mengenal Tanaman Kelapa Lebih Dekat



bibit kelapa kopyor

Kita telah membahas hama, penyakit, dan cara budidaya tanaman kelapa dalam dua artikel sebelum ini. Kita juga telah menelaah beberapa penyakit yang bisa menyerang bibit kelapa kopyor

Pada artikel kali ini, kita akan mengenal lebih jauh tentang apa itu pohon kelapa. Siapa yang tak kenal dengan tanaman kelapa? Tanaman multifungsi yang memiliki segudang manfaat. Seluruh bagian tanaman kelapa bisa dimanfaatkan oleh manusia. Mulai dari buah, batang, daun, hingga serabut dan ampasnya pun bermanfaat. Jadi, tak heran jika tanaman satu ini berhak menyandang gelar tree of life (pohon kehidupan). Selain bisa dijadikan bahan pangan, kelapa dapat digunakan sebagai bahan industri penting seperti kosmetik, sabun, dan masih banyak lagi.

Sejak zaman pra sejarah, kelapa telah mulai dimanfaatkan manusia. Hingga saat ini, belum ditemukan daerah asal tanaman satu ini. Meski demikian, beberapa pendapat menunjukkan bahwa tanaman kelapa berasal dari daratan Amerika Selatan. Ada pula yang berpendapat kelapa ditemukan pertama kali di New Zealand. Konon, di negara tersebut ditemukan fosil pohon kelapa yang berasal dari zaman Pleosin. Namun, ada pendapat lain yang mencatat bahwa kelapa itu berasal dari kawasan Asia Selatan yang kemudian menyebar ke daerah lain.  

Tanaman kelapa biasa tumbuh di wilayah beriklim tropis. Negara yang dilintasi garis katulistiwa adalah tempat paling ideal bagi kelapa untuk tumbuh dengan baik.  Di Indonesia, tanaman kelapa dapat ditemukan di semua provinsi. Tak hanya di pesisir pantai, tetapi bisa juga ditemukan di daerah pegunungan atau dataran yang agak tinggi. 


Perjalanan Tanaman Kelapa di Indonesia

Tanaman kelapa sudah dikenal sejak ratusan tahun lalu di Indonesia. Hingga sampai pada abad ke-19, produk dari kelapa, yaitu minyak kelapa mulai jadi komoditas perdagangan yang dikirim dari Asia ke Eropa. Perdagangan antarbenua ini tercatat dimulai sejak berdirinya VOC di Indonesia. Nah, dikarenakan perdagangan kelapa yang meningkat seiring waktu, maka para pemodal asing mulai tertarik menginvestasikan banyak hal untuk membudidayakan tanaman satu ini. Jadi, tak jarang, pada masa itu banyak ditemukan perkebunan kelapa di Indonesia.

Tarikh 1886, perkebunan kelapa di Indonesia dibuat oleh Belanda. Kebun itu bertempat di pulau Tallise dan Kikabohutan. Namun, ternyata, jauh sebelum Belanda membuat kebun kelapa di Indonesia, kebun-kebun kelapa rakyat telah lebih dulu ada dan diusahakan. Bahkan, pada tahun 1880, kopra rakyat dari Minahasa sudah melakukan ekspor ke Eropa. Artinya, kopra rakyat lebih penting dari kopra yang dibikin oleh pemerintah kolonial waktu itu.

Perkara kelapa, Indonesia memang punya sejarah yang sangat panjang. Bersama kelapa pula, kita pernah mengalami kejayaan. Sebelum deklarasi kemerdekaan Indonesia dan sebelum Perang Dunia II meletus, tepatnya pada tahun 1939, ekspor kopra dari Indonesia menduduki urutan keempat sesudah minyak bumi, gula, dan karet.

Dan, setelah Perang Dunia II, ekspor kopra di Indonesia makin meningkat. Kelapa sempat masuk menjadi komoditas ekspor utama besama dengan karet, sawit, tembakau, teh, dan gula. Oleh karena itu, jangan kaget jika tanaman kelapa telah memberi sumbangan besar bagi perekonomian rakyat dan devisa negara. Jika dihitung, luas lahan kelapa di Indonesia mencapai sekitar 3,74 juta hektar, yang sebagian besar, yaitu 98 % adalah perkebunan rakyat. Saking pentinganya pohon kelapa, Bung Tomo, seorang pahlawan yang dikenang karena aksi heroik dalam Pertempuran Surabaya, mendirikan partai politik bernama Partai Rakyat Indonesia (PRI) dengan logo pohon kelapa.

Potensi Bisnis Kelapa Kopyor

Untuk membudidayakan kelapa, Indonesia memiliki iklim yang sangat baik. Produksi bisa mencapai titik maksimal. Selain iklim yang cocok, varietas unggul seperti genjah hijau kopyor hingga genjah kunging kopyor tersedia di Indonesia. Sumber daya lahan dan sumber daya manusianya pun sangat mendukung. Jadi, budidaya kelapa dapat menjadi prospek menjanjikan bagi pemberdayaan ekonomi rakyat.

Melihat hal tersebut, tak heran lagi jika akhirnya permintaan kelapa selalu tinggi. Namun, ternyata tak hanya jenis kelapa biasa saja yang dicari oleh pasar. Kini, kelapa yang juga banyak diincar di pasaran adalah kelapa kopyor. Lebih lanjut, Indonesia punya potensi yang sangat besar untuk meningkatkan nilai ekonomi, sosial dan budaya kelapa untuk diarahkan pada industri berbasis kelapa. Dengan menerapkan hal tersebut, tak lagi mustahil jika Indonesia dapat lebih memacu pendapatan dan kesejahteraan petani, khususnya petani kelapa lebih cepat.

Pada tahun 2018, jika dibandingkan kelapa biasa, harga kelapa kopyor mencapai 5-10 kali lipatnya. Jadi, sekarang, permintaan tersebut juga berbanding lurus dengan penjualan bibit kelapa kopyor.Berbeda dengan jenis kelapa lainnya, kelapa kopyor adalah buah yang tumbuh tak normal. Meski tak umum, tanaman ini punya banyak manfaat dan khasiat. Di pasar pun kelapa jenis ini memiliki nilai jual yang tinggi.


Untuk waktu belakangan ini, seringkali, produksi kelapa kopyor tak berbanding imbang dengan permintaan pasar yang selalu tinggi. Mengutip mongabay.co.id, kebutuhan kelapa kopyor tidak seimbang jika dibandingkan permintaan pasar. Produksi kelapa kopyor hanya baru mencukupi 30% kebutuhan pasar. Jadi, kelapa kopyor memiliki potensi bisnis yang cukup baik. Dalam buku berjudul Budi Daya Kelapa Genjah karya Warsno bahkan menyebutkan bahwa tanaman kelapa memberikan sumbangan besar bagi perekonomian rakyat dan negara.

Jika Anda tertarik untuk ikut serta membudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit kelapa kopyor unggul sangat berpengaruh pada hasil panen yang lebih maksimal. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Jumat, 10 April 2020

Cara Budidaya dan Perawatan Kelapa Kopyor Agar Hasil Panen Maksimal



Gelar pohon kehidupan mungkin patut disematkan pada tumbuhan kelapa. Sebab, seluruh bagian pada pohon ini bisa dimanfaatkan oleh manusia, baik itu buah, daun, ataupun serabutnya. Kelapa merupakan tanaman multimanfaat yang mudah ditemui di wilayah beriklim tropis.  Tanaman ini telah tersebar di 86 negara dan diusahakan oleh sekitar lebih dari 10 juta keluarga. Tak hanya jadi sumber makanan dan minuman, pohon ajaib ini bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan bangunan dan rumah; kerajinan tangan; bahan campuran pada industri kosmetik, sabun, dan masih banyak lagi
.
Namun, kelapa seperti halnya tumbuhan lainnya yang banyak jenisnya. Salah satu jenis kelapa yang sedang populer adalah kelapa kopyor. Kini, bibit kelapa kopyor unggul banyak diburu oleh pembudidaya. Pasalnya, kelapa ini memiliki nilai yang cukup tinggi di pasaran. Jika diolah menjadi makanan atau minuman, kelapa kopyor adalah juaranya. Rasanya manis dengan daging yang lebih renyah atau krispi jika dibandingkan kelapa biasa.

Untuk menjadi pembudidaya hal yang pertama kali perlu diperhatikan adalah bibit tanaman. Agar memperoleh hasil panen maksimal, Anda harus menggunakan bibit kelapa kopyor yang berkualitas unggul. Anda bisa membuatnya sendiri. Namun, jika kesulitan dan tak ingin repot,  Anda bisa memesannya di pembudidaya bibit kelapa kopyor yang sudah terpercaya. Jika Anda tertarik untuk memperoleh bibit kelapa kopyor unggul, Vista Agro yang berlokasi di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman, siap membantu Anda menyediakannya.

Pada artikel berjudul “Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa”,  kita telah membahas mengenai hama yang biasa menyerang dan mengancam hidup pohon kelapa. Jadi, pada kesempatan kali ini, kita akan membahas cara pemeliharaan kelapa kopyor dengan hasil panen maksimal dan memuaskan.



Pemeliharaan Kelapa Kopyor

Sampai berumur tiga tahun petani harus intensif memelihara tanaman kelapa kopyor. Sebab, pertumbuhan tanaman kelapa yang masih muda sangat berpengaruh pada produksi buah kelapa nantinya. Tak jauh beda dari perawatan kelapa biasa, perawatan kelapa kopyor meliputi kegiatan-kegiatan, yaitu penyulaman, penyiraman, pengolahan tanah, pemeliharaan jalan kebun dan drainase, pemberian mulsa, pemupukan hingga pembersihan mahkota daun.

Penyiraman

Penyiraman bibit kelapa kopyor sangat diperlukan sampai tanaman berusia tiga tahun. Penyiraman ini sangat berarti apabila kekeringan datang akibat musim kemarau. Waktu terbaik melakukan penyiraman adalah sore hari. Pasalnya, di sore hari, tanah sudah dingin sehingga memudahkan air untuk langsung masuk ke dalam tanah dan meresap sempurna.
Untuk jumlah air dan frekuensi yang diperlukan sangat bergantung panda kondisi lingkungan, bisa setiap hari, bisa juga dua hari.

Pengolahan Tanah

Pengolahan tanah ini sangat diperlukan. Pasalnya, pengolahan tanah memiliki banyak manfaat bagi kelangsungan hidup tanaman. Saat musim kemarau tiba, pengolahan tanah bertujuan untuk mengurangi penguapan air. Pengolahan tanah juga dapat membasmi hama tanaman kelapa yang terdapat di sekitar batang bawah tanaman. Pengolahan tanah ini tak harus dilakukan di seluruh kebun. Anda bisa melakukannya haya di sekitar batang tanaman, pada batas satu meter di luar piringan.    

Pengolahan tanah dapat dilakukan dengan melakukan penacngkulan dangkal (kecrok). Ini bisa dilakukan pada awal musim hujan dan awal musim kemarau. Penangkulan dangkal ini untuk memiyis akar-akar yang tumbuh dekat dengan permukaan tanah. Upaya ini dilakukan guna menstimulir terbentuknya akar-akar baru. Artinya, akan ada akar yang lebih banyak jumlahnya di kemudian hari. Hal ini baik bagi tanaman. Nantinya akar akan menyerap unsur hara yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman.

Pemeliharaan Jalan Kebun dan Drainase

Pemeliharaan jalan kebun sangat perlu. Jalan yang terawat dengan baik mempermudah akses pekerjaan dan aktivitas keluar masuk kebun. Pemeliharaan jalan bisa dilakukan minimal setiap bulan.  Begitu pun pemeliharaan saluran drainase. Saluran drainase berfungsi sebagai tempat pembuangan air hujan maupun sisa air pengairan. Pembersihan pada saluran ini sangat perlu apabila musim memasuki masa penghujan. Jangan sampai kotoran yang menumpuk di saluran drainase menghambat jalannya air.

Pemberian Mulsa

Pemberian mulsa memiliki fungsi untuk menjaga kelembaban tanah. Hal ini menjadi penting sebab pemberian mulsa juga memiliki efek mengurangi penguapan air tanah, menegar tanah lekas padat, dan menekan pertumbuhan rumput pengganggu dan gulma. Selain itu pemberian mulsa juga dapat menambah bahan organik yang tersedia dalam tanah. Pemberian mulsa idealnya dilakukan pada musim kemarau.

Pemupukan

Cara pemberian pupuk pada tanaman kelapa adalah dengan sistem rorakan. Sistem rorakan adalah menaburkannya dengan pola melingkari batang tanaman, dengan jarak sekitar 1 m – 1,5 m dari batang tanaman. Setelah pemberian, pupuk ditutup dengan tanah agar tak hilang karena menguap terkena sinar matahari.

Pemupukan baiknya dilakukan pada awal dan akhir musim hujan. Seperti jenis tanaman budidaya lainnya, pemupukan sangatlah diperlukan pada pohon kelapa kopyor. Pemupukan dapat meningkatkan kualitas tanah. Hal ini baik untuk pertumbuhan dan produktivitas tanaman. Untuk dosis pemberian pupuk berbeda pada tiap tempat, tergantung umur tanaman, kondisi lingkungan, dan tingkat kesuburan lahan

Membersihkan Mahkota Daun

Pembersihan mahkota dilakukan pada tanaman kelapa yang sudah berbuah. Hal ini dimaksudkan agar intensitas cahaya matahari yang masuk ke dalam mahkota atau daun muda. Tujuannya adalah agar proses asimilasi dan aktivitas organik lain meningkat. Pembersihan ini umumnya dilakukan bersamaan dengan pemanenan. Anda bisa membuang pelepah daun yang mengering dan beberapa kotoran lain yang berada di mahkota.

Jika Anda tertarik membudidayakan tanaman satu ini, kami (Vista Agro) siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggul. Anda bisa langsung datang di tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Kamis, 09 April 2020

Hama dan Penyakit Tanaman Kelapa



Hama dan penyakit adalah ancaman bagi tiap tanaman budidaya. Tak hanya bisa merusak tanaman atau membuat pertumbuhan bibit kelapa kopyor terancam, hama bahkan bisa membuat tanaman mati. Oleh sebab itu, pengendalian hama sangat diperlukan. Pembudidaya kelapa harus telaten. 

Pengendalian hama memilik arti bahwa petani harus bisa menekan penyakit dan hama yang memiliki kemungkinan merusak tanaman. Tanaman yang rusak hanya akan meniptakan kerugian bagi pembudidaya. Jadi, populasi hama dan penyakit pada tanaman harus ditekan sebisa mungkin. Jangan sampai karena hama dan penyakit, usaha budidaya menjadi kacau, rusak, dan malah menimbulkan kerugian besar. 

Sebelum melakukan pengendalian hama, pembudidaya sebaiknya mengenali dan mengetahui gejala-gejala penyakit pada tanaman sedini mungkin. Dengan begitu biaya untuk mengatasinya bisa ditekan seminim mungkin. Bukankah lebih baik mencegah dari pada mengobati? 

Usaha pencegahan atau upaya preventif perlu dilakukan. Pembudidaya bisa memulainya dengan merawat tanaman dengan baik agar tetap sehat. Dengan meningkatkan usaha preventif tersebut, risiko terserang hama dan penyakit bisa ditekan dan produksi yang dihasilkan bisa lebih memuaskan. Hanya perlu ketelatenan dan kekonsistenan dalam merawat tanaman.

Hama memang dapat mengancam tanaman. Namun, Anda tak perlu khawatir. Dengan memahami gejala dan cara penanganan yang baik dan benar, hama pasti bisa dikendalikan. 

Hama Penyerang Tanaman Kelapa

Ada beberapa hama yang biasa menyerang tanaman kelapa antara lain, yaitu: kumbang, ulat, belalang hingga ngengat kelapa.

Terdapat beberapa jenis kumbang yang sering menjadi hama bagi tanaman kelapa. Kumbang badak atau kwangwung adalah salah satunya. Kumbang ini berwarna hitam kecoklatan dengan kepala kecil bertanduk. Kumbang satu ini bisa ditemui di seluruh penjuru dunia kecuali di Amerika. 

Serangga satu ini merusak tanaman dengan cara menggerek pupus daun kelapa. Pembudidaya harus tahu gejala yang muncul akibat serangan serangga bernama ilmiah Oryctes rhinoceros L.Kumbang dewasa mengincar pucuk kelapa untuk mencari bagian yang muda dan lunak serta mengandung banyak air. Setelah itu, kumbang akan mengisap cairan yang ada di situ. 

Jika kerusakan yang diakibatkan oleh kumbang ini sampai pada titik tumbuh, maka kelapa tidak dapat membentuk daun baru lagi sebelum akhirnya mati perlahan-lahan. Serangan dari serangga ini juga dapat menjadi awal dari hama lainnya. Luka yang disebabkan oleh kumbang badak mengakibatkan serangan hama sekunder, yaitu kumbang sagu. Anda bisa mengendalikan hama kumbang badak ini dengan tiga cara, yaitu sanitasi, cara biologis, dan cara kimiawi. 
 
Cara sanitasi adalah dengan membersihkan kebun dari sisa-sisa tanaman. Anda bisa membakar kotoran kebun itu atau menguburkannya di tanah. Pembersihan bisa dilakukan setiap 1 – 2 bulan. Dengan keadaan kebun yang bersih, tak ada kesempatan bagi larva untuk hidup dan bertelur.
Pengendalian dengan cara biologis dilakukan dengan menggunakan cendawan meterrhizium anisopilae. Cendawan ini bisa menyerang larva meski daya bunuhnya tak terlalu kuat. 

Yang terakhir adalah pengendalian kimiawi. Pengendalian jenis ini menggunakan obat-obatan kimia pada pucuk pohon, misalnya dengan menggunakan Basudin 10-G sebanyak 10 g – 20 g per pohon atau Furadan 3-G sebanyak 40 g – 50 g per pohon; atau dengan menyemprotkan Hostation 40 EC dengan dosis 5 cc per liter air. Pemberian obat bisa dilakukan setiap tiga bulan. 

Belalang Sexava (Sexava Sp.)

Hama ini memakan daun kelapa. Belalang dewasa memakan daun yang tua. Namun, jika daun yang tua sudah habis, belalang juga akan memakan daun muda. Bahkan, tak jarang hama ini memakan buah yang masih muda ataupun bunga pada pohon. Seekor belalang, untuk melangsungkan hidupnya, membutuhkan 20 cm daun setiap malam. Belalang jenis ini bisa menghabiskan seluruh daun pada pohon kelapa yang ditumpanginya. Jadi, apabila pengendalian hama tak segera dilakukan, maka tak ayal jika nantinya pohon akan mati. 

Pengendalian hama ini bisa dilakukan dengan menanam tanaman penutup tanah. Selain memaksimalkan lahan dan menyuburkan tanah, tanaman penutup tanah bisa mengurangi jumlah telur belalang bahkan menghindarinya. 

Anda juga bisa melakukan pengendalian secara kimiawi. Pengendalian jenis ini memanfaatkan obat-obatan kimia. Pengendalian kimiawi dilakukan dengan menyemprotkan Baythroid 50 WSC dengan dosis 1 cc – 2 cc per liter air atau dengan BHC sesuai dengan dosis yang telah dianjurkan.

Ulat Siput (Darna catenatus)

Ulat siput juga merupakan hama bagi tanaman kelapa. Ulat siput yang masih muda menyerang anak-anak daun kelapa bagian bawah secara random. Biasanya, daun-daun yang mengalami rusak parah akan menjadi berwarna merah sauh. Serangan yang hebat bisa berakibat pada tandan-tanda buah dan daun. Lebih jauh, hal ini menjadikan buah bisa gugur.

Pengendalian hama ini dapat dikerjakan dengan cara mekanis, biologis, dan kimiawi. Pengendalian mekanis bisa dilakukan dengan memangkas bagia yang terserang oleh hama.  Sedangkan dalam cara kimiawi dapat dilakukan dengan cara menggunakan insektisida seperti yang digunakan untuk mengendalikan hama artona, yaitu Agrotion 50 EC sebanyak 2 cc per liter atau Basudin 60 EC dengan dosis 2 cc – 3 cc per liter air.

Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Bibit kelapa kopyor unggul sangat mempengaruhi hasil. Makin unggul bibit, makin maksimal pula hasil yang akan dipanaen. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851  

Senin, 13 Januari 2020

Mencegah Bibit Kelapa Kopyor Keriting


Cara Mencegah dan Mengatasi Daun Bibit Kelapa Kopyor Keriting

Bibit kelapa kopyor sedang menjadi primadona di kalangan para petani kelapa saat ini. Secara umum pohon kelapa kopyor yang banyak di cari adalah bibit genjah kopyor. Memiliki pohon dengan ukuran pendek dan cepat menghasilkan buah. Bukan hanya itu budidaya kelapa kopyor memiliki keuntungan tersendiri dibanding jenis kelapa lainnya. Buah kelapa kopyor memiliki nilai ekonomis yang tinggi, harganya bisa 10x lipat dibanding kelapa sayur pada umumnya.

Sebelum memulai budidaya kelapa kopyor, sebaiknya di perhatikan pula kesiapan lahan maupun bibit. Pemilihan bibit kelapa kopyor yang baik apabila memenuhi kiteria syarat tumbuh. Tidak jarang bibit yang telah di seleksi dengan baik pun menemui kendala juga seperti keriting pada daun, apabila tidak di tangani dengan tepat menjadi kering kurang sehat dan kemudian mati.
bibit kelapa kopyor keriting


Tentu petani kelapa kopyor enggan mengalami kejadian ini bukan? Maka perlu ada solusi untuk mencegah dan mengatasi daun bibit kelapa kopyor yang keriting dan kering. Apabila di biarkan Ini akan menghambat tingkat produktifitas manggar dan buah di saat dewasa,  Daun keriting biasanya disebabkan hama yang bersarang di janur muda saat masih masa pertumbuhan. Hama yang bersarang pada janur atau daun dapat menjadi perantara virus yang mengakibatkan berbagai macam penyakit, sehingga pertumbuhan bibit kelapa kopyor tidak maksimal.

Keriting pada daun bibit kelapa kopyor juga dapat mengganggu penampilan bibit yang dihasilkan, daun menjadi kisut, mengkerut dan perlahan akan mati karena serangan penyakit yang massif. Penyebabnya bisa dari jenis tungau, kutu daun dan thrips yang dapat menularkan penyakit pada bibit kelapa kopyor sehat apabila tidak segera di atasi.  Gejala serangannya seperti warna tulang daun berubah menjadi kuning terang, menggulung dari pangkal ke ujung. Pada pohon dewasa tanaman menjadi kerdil (tidak sehat) produktifitas manggar dan buah menurun, pada keadaan yang parah membuat pohon tidak berbuah sama sekali.

Pengendalian hama daun keriting ini adalah dengan membasmi hewan pembawa virus ini. Hama jenis kutu kutuan dapat di kendalikan dengan pemberian pestisida berbahan aktif abamectin. Pestisida pengendali hama ini dapat di peroleh di toko penyedia obat pertanian. Seperti penyemprotan fastak (racun hama). Apabila di celah –celah ketiak daun pelepahnya titemukan hama jenis brontispa longissima maka sebaiknya mnenggunakan furadan dengan cara di tabur di celah celah ketiak pelepah daunnya dengan kombinasi penyemprotan furadan.

Apabila daun yang keriting sudah mulai mongering, pangkas daun yang kering kemudian dapat di semprotkan dengan marshal 5g tunggu sampai keluar daun baru, kurang lebih selama satu bulan akan dapat terlihat daun baru yang hijau dan kembali sehat. Perawatan pohon kelapa kopyor yang telah sehat juga perlu di perhatikan. Seperti kebutuhan air dan nutrisinya sehingga akan di hasilkan pohon kelapa kopyor yang siap produksi.

Manfaat ganda dari Tanaman Kelapa

Pohon kelapa merupakan tanaman serba guna yang memiliki segudang manfaat. Buanya bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan pangan manusia. Mul...