Breaking

LightBlog

Rabu, 06 Mei 2020

Beginilah Proses Pascapanen Buah Kelapa




Mungkin Anda sudah tahu bagaimana cara menyemai bibit kelapa kopyor. Mungkin juga Anda sudah hafal langkah pemupukan tanaman kelapa. Namun, apakah Anda sudah tahu langkah-langkah yang benar dalam proses pascapanen buah kelapa?

Sebagai petani kelapa, penting mengetahui bagaimana proses pasca panen buah kelapa. Sebab, dalam proses pasca panen, petani mulai menentukan kemana akan dibawa hasil panen tersebut. Apakah buah akan dibuat kopra, dikrim langsung ke pabrik, atau dikirim ke pedagang buah, salah satunya ditentukan dalam proses pascapanen.

Hal ini sama pentingnya dengan mengetahui proses panen yang benar. Jadi, seorang pembudidaya juga harus mengetahui bagaiman proses yang terjadi keruka pascapanen. Ada banyak hal yang perlu diketahui dalam proses ini, yaitu penyimpanan buah, pengupasan sabut, penggandengan kelapa, hingga pengolahan.

Sebab, proses panen buah kelapa yang benar akan menjaga kualitas buah itu sendiri. Apabila proses pasca panen dilakukan secara sembarangan, maka itu akan berisiko pada turunnya kualitas hasil panen. Sebagai pembudidaya tentu ini adalah masalah besar. Sebab, jika kualitas buah turun, maka nilai ekonominya pun turun. Begitu pula kepercayaan konsumen.

Dalam artikel sebelumnya yang berjudul “Inilah Proses Panen dan Pascapanen Buah Kelapa” buah kelapa, kita telah membahasnya secara singkat. Maka dari itu, pada artikel ini, kita akan berfokus tentang bagaimana proses pasca panen buah kelapa secara singkat

Proses Pascapanen Buah Kelapa

Tak sulit melakukan cara perlakuan pascapanen pada buah kelapa. Proses-proses seperti penyimpanan buah, pengupasan sabut, penggandengan kelapa, hingga pengolahan adalah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, apakah manfaat dari tiap proses tersebut?

Penyimpanan Buah

Biasanya, pada perkebunan besar, hasil panen umumnya disimpan terelebih dahulu selama beberapa hari sebelum dibuat kopra. Pada perkebunan besar, penyimpanan ini seringkali dilakukan tanpa sengaja. Hal ini disebabkan oleh banyaknya jumlah kelapa, tapi waktu penanganan dan tenaga kerja masih terbatas. Namun, ternyata, penyimpanan ini memiliki beberapa manfaat yang sangat baik.

Manfaat-manfaat tersebut di antaranya, yaitu:  1.) Memudahkan pelepasan sabut; 2.) Meningkatkan kematangan atau tingkat kemasakan buah sehingga kualitasnya lebih baik jika dibikin kopra; 3.) Memudahkan pelepasan putih lembaga dari tempurung; 4.) Meningkatkan ketebalan putih lembaga yang dihasilkan; 5.) Meningkatkan kadar minyak yang dihasilkan; 6.) Menurunkan kandungan air dalam kelapa; 7.) Meningkatkan kualitas arang tempurung. Sebab, tempurung akan lebih keras dan bisa menyala lebih baik jika digunakan sebagai bahan bakar, dan sebagainya dan sebagainya.

Pengupasan Sabut

Setelah pemanenan kelapa tua akan langsung dikupas dari sabutnya. Hal ini bertujuan untuk menghemat biaya angkutan. Sebab, apabila kelapa dikirim beserta sabutnya, maka kelapa akan memakan lebih banyak tempat ketika proses pengangkutan.

Pembudidaya kelapa biasanya dalam menjual hasil panen dengan memisahkan antara isi kelap dengan sabut. Tujuannya adalah agar di samping keuntugan penjualan isi kelapa, petani juga memperoleh keuntungan tambahan dari penjualan sabut.

Pengupasan sabut juga akan menunjukkan ukuran buah kelapa. Makin besar kelapa, makin tinggi pula harga jualnya di pasaran. Pengupasan sabut biasanya dilakukan oleh orang-orang atau tenaga kerja yang sudah terlatih.

Namun, pada umumnya, ketika yang dipanen adalah kelapa muda, pengupasan sabut ini tidak diperlukan. Sebab, kelapa muda biasanya digunakan untuk konsumsi seperti es. Jadi, kelapa dikirim ke pembeli secara utuh.

Penggandengan Buah Kelapa

Tujuan dari penggandengan buah kelapa adalah memudahkan serta mempecepat pengangkutan buah kelapa. Selain itu, penggandengan ini juga mempermudah penghitungan jumlah kelapa.

Pengolahan Hasil

Ada beberapa pembudidaya yang juga melakukan proses pengolahan sendiri. Banyak pula petani kelapa yang memilih langsung mengirimkan dan menjual kelapanya langsung ke tempat pengolahan atau pengepul. Pengolahan langsung tentu menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Sebab, proses bahan mentah hingga menjadi produk jadi berada di tangan petani.

Namun, hal ini tak bisa serta merta diterapkan. Perlu ilmu, keahlian, waktu, dan modal yang cukup untuk melakuakn pengolahan kelapa hingga menjadi produk. Sebetulnya, prosesnya tak terlalu rumit. Kita akan membahas mengenai pengolahan kopra lain waktu pada artikel selanjutnya.

Tetapi, ada satu hal yang perlu diketahui. Bahwa kopra yang berkualitas adalah kopra yang diperoleh dari buah kelapa yang telah benar-benar masak atau kira-kira berumur 11 – 12 bulan dari masa penyerbukan. Anda bisa meningkatkan kualitas kopra dengan cara menyimpan buah kelapa atau melakukan pemeraman selama beberapa hari sebelum kopra benar-benar siap untuk diolah.

Cara Mendapatkan Panen Melimpah


Begitulah proses pasca panen buah kelapa. Tak sulit. Yang sulit dan terpenting adalah mendapatkan hasil panen yang melimpah dan berkualitas. Lalu, bagaimana caranya?

Perawatan yang baik adalah salah satu kunci untuk mendapatkan hasil panen melimpah. Selain itu, kondisi iklim, tanah, alam, dan lingkungan yang mendukung tanaman kelapa sangatlah berpengaruh pada hasil panen. Dan masih banyak lagi variabel yang mendukung panen optimal. Begitupun perihal penanganan hama dan pemupukan. Petani harus mengamalkannya secara serius.

Namun, ada hal yang sangat subtil, yaitu penggunaan bibit kelapa kopyor yang berkualitas. Bibit kelapa kopyor unggul cenderung akan menghasilkan tanaman yang memiliki buah lebat. Hal ini dikarenakan bibit unggul mewarisi gen unggul indukannya.

Apabila Anda membutuhkan bibit seperti itu, Vista Agro siap membantu Anda mendapatkan bibit kelapa kopyor unggulan. Jika Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat Vista Agro di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Selain itu, Anda juga bisa langsung menghubungi nomor WhatsApp (WA): 082136461851

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox