Breaking

LightBlog

Rabu, 06 Mei 2020

Memilih Tanah yang Tepat untuk Budidaya Kelapa



Perlu perawatan serius untuk membuat bibit kelapa kopyor bisa tumbuh dewasa dengan subur. Tapi, perawatan serius saja tidak cukup. Perlu perencanaan yang matang untuk bisa menghasilkan pohon kelapa produktif berkualitas unggul, salah satunya, yaitu perencanaan perihal pemilihan lokasi untuk budidaya tanaman kelapa.

Hal ini penting sebab tanah adalah faktor yang mempengaruhi tumbuh tidaknya tanaman kelapa. Tanah menjadi medium permanen tempat tanaman kelapa kopyor tumbuh, berkembang, dan berbuah. Jadi, sangat penting untuk melakukan perencanaan matang guna pemilihan lahan yang tepat untuk budidaya.

Untuk budidaya tanaman kelapa, Anda bisa memanfaatkan tanah konversi, tanah asal hutan, tanah bekas alang-alang, dan lain sebagainya. Dalam artikel sebelum ini, kita telah membahas lokasi yang pas untuk budidaya kelapa. Namun, itu masih sangat umum. Maka dari itu, dalam tulisan kali ini kita akan mengupas dan merincikan jenis lahan dan tanah yang cocok untuk budidaya tanaman kelapa.

Namun, ini bukanlah patokan yang paten. Pasalnya, bagaimanapun, kelapa termasuk dalam tanaman yang bisa tumbuh di berbagai tempat. Di negara atau wilayah beriklim tropis bahkan tak jarang pohon kelapa tumbuh secara alami tanpa proses budidaya. Hal ini dikarenakan sifat kelapa yang cenderung mudah hidup. Artinya, tanaman kelapa sesungguhnya tak menghendaki perawatan khusus untuk bisa tumbuh dan berbuah secara normal.

Tetapi, sebagai seorang pembudidaya mestinya tahu tiap karakteristik lahan yang akan ditanami kelapa. Sebab, tiap lahan punya fungsi yang berbeda. Dan sebagai tanaman budidaya akan lebih baik jika kelapa bisa hidup tak saja normal, tetapi optimal.

Tanah Pekarangan

Tanah pekarangan dibedakan menjadi dua macam. Yang pertama adalah tanah pekarangan di sekitar rumah. Dan yang kedua adalah tanah pekarangan di luar rumah. Untuk penanaman kelapa di pekarangan sekitar rumah, pembudidaya sangat dianjurkan untuk memperhatikan faktor estetika. Artinya, keberadaan pohon kelapa nantinya akan bisa menambah keindahan pekarangan rumah. Bukan malah sebaliknya.

Jadi, penanaman kelapa di pekarangan rumah bisa disesuaikan dengan selera penanam. Anda bisa menaruhnya di depan, di samping, maupun di belakang rumah. Biasanya, hasil buah dari tanaman kelapa yang ditanam di pekarangan rumah ini dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur pribdai. Nah, ketika sudah berlebih buah kelapa bisa dijual atau dibagikan ke tetangga atau sanak saudara.

Penanaman yang dilakukan di pekarangan biasanya terjadi mixing atau campur baur dengan tumbuhan lainnya. Maka dari itu, perlu diperhatikan jarak antar tanaman agar tak terlalu sempit maupun terlalu lebar hingga terlampau makan banyak tempat. Menurut sumber literatur yang kami temukan, tempat paling ideal dalam penanaman pohon kelapa di pekarangan adalah di sekitar jalan atau di pinggir batas tanah pekarangan. Sebab, di lokasi itu, pohon bisa memperoleh sinar matahari lebih baik.

Tanah Rejuvenasi

Tanah rejuvenasi adalah tanah bekas penanaman pohon yang sejenis. Misalnya, penanaman kelapa gejah pada lahan bekas tanaman kelapa. Penggunaan tanah rejuvenasi ini berfungsi untuk mengoptimalkan lahan.

Untuk langkah-langkah yang bisa Anda lakukan antara lain, yaitu:
Pertama, Anda bisa memulai dengan melakukan penebangan pohon kelapa yang sudah tua atau tak lagi produktif.
Kedua, menentukan batas lokasi kebun penanaman, jalan, serta arah drainase kebun.
Ketiga, semua tanaman yang sudah tak dibutuhkan (sisa-sisa tanaman mati, sampah kebun) dikubur dalam lubang yang sebelumnya sudah disiapkan.
Keempat, melakukan perencanaan jarak antar tanaman.
Kelima, sebisa mungkin Anda perlu membuat tanaman penutup tanah. Tanaman penutup tanah ini sangat penting sebab selain bisa mengendalikan hama, ia pun bisa mengoptimalkan hasil kebun.

Tanah Konversi

Berbeda dengan tanah rejeuvenasi, tanah konversi adalah tanah bekas penanaman pohon tahunan lainnya. Cara pemanfaatannya tak jauh beda dengan proses pemanfaatan tanah rejuvenasi. Hanya saja, biasanya, tanah konversi memiliki kandungan atau unsur dalam tanah yang sedikit berbeda. Sebab, tiap tanaman mempunyai syarat tumbuh dan kebutuhan zat pada tanah yang berbeda-beda. Oleh karenanya, apabila Anda hendak memanfaatkan tanah koversi, Anda harus memperhatikan betul kesuburan tanah.

Tanah Asal Hutan

Berikutnya adalah tanah asal hutan. Penananamn kelapa pada tanah asal hutan  ini bisa dilakukan melalui beberapa langkah. Sebab, penanaman pada tanah asal hutan artinya membuat lahan baru. Jadi, Anda harus membuka lahan terlebih dahulu. Itu bisa dilakukan dengan cara membersihkan pepohonan yang dapat mengganggu pertumbuhan alang-alang sampai bersih.

Setelah itu, sampah, sisa kayu, dan tanaman-tanaman yang ada bisa dibakar dengan hati-hati. Bakarlah dengan perkiraan yang tepat. Jangan sampai terjadi kebakaran hutan. Kayu-kayu yang berukuran besar bisa digunakan sebagai bahan bangunan. Anda harus juga sudah menentukan akses jalan, pengangkutan, dan saluran drainase.

Tanah Bekas Alang-Alang

Anda pun bisa menanam pohon kelapa di lahan bekas alang-alang. Untuk persiapan lahan, hampir semua jenis atau bentuk lahan bisa dibilang punya cara yang mirip. Langkah-langkah seperti pembersihan, kemudian pembuatan jalan, saluran drainase dan pemupukan, semua memiliki cara dan tahapnya sendiri yang hampir mirip. Intinya, Anda harus menyiapkan tanah sebaik-baiknya. Salah satu caranya adalah dengan memberi pupuk pada tanah tempat pertumbuhan tanaman kelapa kopyor.

Menyiapkan Bibit Kelapa Kopyor Unggul


Setelah lahan siap, Anda harus menyiapkan bibit unggul. Jika Anda tertarik untuk memulai menjadi pembudidaya kelapa kopyor, Vista Agro siap membantu menyediakan bibit kelapa kopyor unggulan yang terpercaya. Apabila Anda berlokasi di sekitar Jogja, Anda bisa dapat langsung ke tempat kami di Dusun Rejek Lor, RT 02/ RW 24, Desa Tirtoadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman. Kami juga bisa dihubungi di nomor WhatsApp (WA): 082136461851 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox